Dukun Pengganda Uang Ditangkap Polisi

Ilustrasi.
Ilustrasi.

(Suara Gratia)Cirebon – Sesumbar bisa menggandakan uang menjadi puluhan juta, CS (65 tahun) warga Krangkeng, Kabupaten Indramayu, diamankan Polres Cirebon Kota karena diduga menipu. Kuwu (Kepala Desa) dan calon anggota legislatif menjadi korbannya.

CS dilaporkan dua korbannya yang menyadari janji penggandaan uang ternyata tak terealisasi. Padahal, kedua korban telah menyerahkan uang masing-masing Rp 67 juta dan Rp 80 juta kepada tersangka dengan harapan jumlahnya bisa berlipat-lipat.

Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Hidayatullah menyatakan, CS dalam modus operandinya menjanjikan bisa menggandakan rupiah dari uang bibit Rp 100 ribu maksimal menjadi Rp 20 juta. Tersangka menetapkan mahar Rp 60 juta dalam setiap transaksinya.

“Bahkan, tersangka menjamin korban akan mengembalikan uangnya apabila penggandaan uang tak berhasil,” terangnya.

Namun, bukan hanya uang yang tak berganda yang kemudian diperoleh korban. Mereka juga malah tak menerima pengembalian uang mahar sebagaimana yang dijanjikan tersangka. Menyadari kemungkinan telah ditipu, dua korban melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya mengecek kebenaran informasi itu dan menyusun jebakan terhadap CS. Tersangka dipancing untuk menggandakan uang yang pertemuannya diatur di sebuah hotel di Cirebon. Saat tersangka datang, polisi langsung meringkusnya bersama barang bukti.

“Korban telah berkali-kali menyerahkan uangnya untuk digandakan tapi tak terbukti. Kemungkinan masih banyak korban lainnya, di luar yang telah melaporkan kejadian ini kepada kami,” imbuhnya.

Dari tersangka, polisi juga menemukan uang fotokopian senilai Rp 100 ribu yang diduga uang bibit untuk mendukung praktik penipuannya. Hidayatullah menyebutkan, tersangka juga diduga terlibat dalam penipuan serupa dengan modus sedikit berbeda.

Berdasarkan keterangan tersangka ada pula kuwu maupun caleg yang datang untuk memintanya agar dapat lolos dalam pemilihan. Tersangka menjanjikan kuwu ataupun caleg yang mendatanginya dapat terpilih hanya dengan menyerahkan uang dalam jumlah besar sebagai syarat.

“Calon kuwu maupun caleg yang datang kemudian diberi sesajen agar meyakinkan. Menurut tersangka, ada 12 caleg maupun kuwu yang datang kepada dirinya, tapi sejauh ini korban yang melapor baru dua orang,” terangnya.

Atas perbuatannya, CS dijerat Pasal 378 atau 374 KUHP pidana dengan ancaman kurungan penjara empat tahun.

Sementara itu, tersangka berdalih apa yang dilakukannya bukan penipuan. Menurutnya, dia hanya sedang menolong orang yang dianggapnya kesusahan.

“Saya cuma menolong orang, dan saya tidak pernah minta harus dikasih berapa. Tergantung orang itu mau beri berapa,” tuturnya.

Dalam praktiknya, dia mensyaratkan pemohon untuk menyediakan kembang tujuh rupa dan minyak, serta mandi. Dia pun membantah bisa menggandakan uang. Uang yang diperolehnya justru merupakan imbalan setelah ilmu pengasihannya berhasil.

Dia mengaku telah empat tahun menjadi dukun semacam itu. Namun praktiknya hanya sewaktu-waktu.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s