Jelang PPDB, Pembuatan KK di Kota Cirebon Meningkat

Salah satu warga Kota Cirebon memanfaatkan program sapa warga untuk membuat KK baru.
Warga Kota Cirebon membuat KK baru pada acara Sapa Warga di Kelurahan Karangmekar Kecamatan Kesambi..

(Suara Gratia)Cirebon – Jelang  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2014, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon banjiran pemohon Kartu Keluarga (KK) baru. Pemohon memasukkan nama anaknya ke KK warga Kota Cirebon.

Sejumlah warga terlihat antri mengajukan permohonan kartu keluarga (KK) di kantor Disdukcapil Kota Cirebon. Sebagian dari mereka kebanyakan merupakan warga Kabupaten Cirebon. “Saya memasukkan anak saya ke kartu keluarga kakak ipar,” kata Aisyah (45 tahun) warga Klayan Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon.

Aisyah mengaku sengaja memasukkan nama anaknya ke KK kakak iparnya agar memudahkan sang anak melanjutkan pendidikan ke salah satu sekolah favorit di Kota Cirebon. “Anak pertama saya juga sebelumnya saya masukkan ke KK kakak ipar saya,” katanya. Saat ini sang anak pertamanya sudah bersekolah di salah satu sekolah favorit di Kota Cirebon.

Aisyah pun menginginkan anaknya yang tahun ini baru akan lulus Sekolah Dasar (SD) untuk melanjutkan pendidikan ke salah satu SMP favorit di Kota Cirebon. “Supaya semua mulus, langkah pertama yang harus diambil yaitu memasukkan namanya ke KK kakak ipar yang tinggal di Kota Cirebon,” katanya.

Hal senada pun diungkapkan Yuyun (38 tahun) warga Mundu Kabupaten Cirebon. Yuyun yang berprofesi sebagai guru di salah satu SMP negeri favorit di Kota Cirebon tersebut mengaku saat ini sudah mempersiapkan diri untuk memasukkan anaknya ke salah satu sekolah favorit di Kota Cirebon. “Saya memang guru di Kota Cirebon, tapi untuk memasukkan anak saya sendiri di sekolah favorit di Kota Cirebon tidaklah mudah,” kata Yuyun.

Agar langkah anaknya mudah, dirinya pun memasukkan nama sang anak ke daftar KK saudaranya yang tinggal di Kota Cirebon. Dengan begitu Yuyun berharap nantinya sang anak bisa masuk ke salah satu sekolah favorit yang ada di Kota Cirebon.

Seperti diketahui, beberapa tahun ke belakang dalam penerimaan peserta didik baru Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menerapkan sistem kuota 90:10. Yaitu 90 persen khusus untuk siswa yang berasal dari Kota Cirebon dan 10 persennya untuk siswa yang berasal dari luar Kota Cirebon. Kebijakan yang dituangkan dalam Perwali Kota Cirebon ini sengaja ditempuh agar siswa Kota Cirebon bisa bersekolah di kotanya sendiri.

Selain itu dengan alasan agar dana APBD Kota Cirebon di bidang pendidikan yang cukup besar pun bisa dinikmati oleh warga Kota Cirebon. Padahal sejumlah sekolah di Kota Cirebon, mulai dari tingkat SD hingga SMA menjadi sekolah favorit tidak hanya untuk siswa di Kota Cirebon namun untuk siswa yang berasal dari luar Kota Cirebon. Sehingga warga luar Kota Cirebon pun berbondong-bondong untuk membuat KK baru agar anaknya bisa meneruskan pendidikan di salah satu sekolah favorit mereka di Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Cirebon, Agus Muharam, mengakui jika beberapa hari terakhir semakin banyak pemohon KK baru. “Setiap menjelang PPDB kami memang selalu kebanjiran pembuatan KK baru,” kata Agus Muharam. Sekali pun belum bisa menyebutkan berapa jumlah pemohon KK baru beberapa hari terakhir, namun Agus mengungkapkan jumlahnya bisa mencapai ratusan.

Agus sendiri mengakui jika pihaknya sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini. “Jika sesuai dengan prosedur yang harus ditempuh, kami tetap akan melayani,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Diterbitkan oleh SUARA GRATIA 95,9 FM

Jl. Setiabudi 31 Cirebon 24 JAM ON AIR

One thought on “Jelang PPDB, Pembuatan KK di Kota Cirebon Meningkat

  1. tidak adil dong kalau gitu sama aja yang pakai KK kota itu curang, karena memalsukan data pribadi daerahnya. terus juga kalau menurut saya kebijakan 90:10 juga tidak adil, itu sama aja dari pemkot ‘tidak membolehkan’ warga kabupaten cirebon untuk bersekolah di kota cirebon. memang apa salahnya warga kota cirebon sekolah di kabupaten cirebon? gengsi? sekolah aja harus dibeda-bedain berdasarkan kabupaten atau kotanya, seperti diskriminasi namanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: