Puluhan Pengemudi di Cirebon Dites Urine

Kasatlantas Polres Cirebon Kota AKP Wadi Sabani (kiri) memeriksa hasil tes urine puluhan supir di Terminal Harjamukti.
Kasatlantas Polres Cirebon Kota AKP Wadi Sa’bani (kiri) memeriksa hasil tes urine puluhan supir di Terminal Harjamukti.

(SuaraGratia)Cirebon – Sedikitnya 30pengemudi angkutan umum di Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, dicek kesehatannya (Jumat 23/5). Seorang di antaranya terindikasi mengonsumsi minuman keras (miras).

Selain pengemudi, sedikitnya 58 angkutan umum (angkum) meliputi elf dan bus turut diperiksa kelaikannya. Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Wadi Sa’bani meyakinkan, baik pengemudi maupun kendaraan yang tak laik dilarang beroperasi.

“Dari hasil pemeriksaan, satu pengemudi terindikasi mengonsumi miras. Sementara kendaraan yang dicek, rata-rata masih laik jalan,” kata dia di sela operasi.

Pengemudi yang terindikasi mengonsumsi miras sendiri yakni EN (44 tahun) warga Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka yang mengemudikan elf jurusan Cirebon-Bandung. Awalnya dia sempat menolak keras saat petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinkom) dan Dinas Kesehatan Kota Cirebon memintanya melakukan pemeriksaan kesehatan melalui tes urine.

EN beralasan sedang tak ingin buang air kecil dan berupaya menghindari petugas. Namun petugas beberapa kali membujuknya, bahkan sempat terjadi perdebatan. EN sendiri tampak sempoyongan saat menolak pemeriksaan kesehatan dengan mata yang terlihat mengantuk.

Namun akhirnya EN mematuhi permintaan petugas. Wadi menegaskan, pemeriksaan kesehatan wajib dijalani seluruh pengemudi angkum di Terminal Harjamukti untuk memastikan kondisi lahir batin mereka siap angkut penumpang.

Dia menyebutkan, langkah ini untuk menghindari kemungkinan kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas tinggi. Angkum merupakan salah satu moda transportasi yang memungkinkan jatuh korban banyak apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Ini merupakan bagian dari Operasi Simpatik Lodaya 2014, yang digelar mulai tanggal 19 Mei 2014 hingga 8 Juni 2014 mendatang. Kita melaksanakan kegiatan di hulu, mencegah kecelakaan menonjol yang menyebabkan jatuhnya korban dalam jumlah banyak, oleh karena itu operasi ini kita sasar pada kendaraan umum yang bersifat massal,” katanya.

Terkait kondisi kendaraan sendiri, pihaknya menemukan masih ada bus maupun elf dengan kondisi kurang laik di antaranya ban tipis, lampu mati, dan lainnya. Pihaknya telah memberikan teguran kepada pengemudi maupun perusahaan angkutan terkait atas persoalan itu.

Namun dia berjanji, apabila kelak ditemukan kendaraan tersebut belum laik, sanksi hukum menanti pengemudi dan perusahaannya. Hanya saja, sejauh ini secara keseluruhan rata-rata angkum di Terminal Harjamukti masih laik jalan.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkatan Darat Dishubinkom Kota Cirebon Syaroni menyatakan, telah menempatkan dua petugas di terminal untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi maupun kendaraannya. “Mulai hari ini dan seterusnya kami menempatkan petugas di sini. Petugas yang diterjunkan kami pastikan punya kompetensi teknis,” cetusnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s