Konsumsi Bandwidth Kampus di Indonesia Masih rendah

Peluncuran Program IndiCampus Nasional di Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon.
Peluncuran Program IndiCampus Nasional di Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Keberadaan Perguruan Tinggi atau kampus merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah bangsa. Begitu pentingnya keberadaan kampus hingga sering sekali diterminologikan sebagai The Center Of Excelence, pusatnya keunggulan-keunggulan, pusat terkumpulnya pemikiran-pemikiran, yang menunjukkan supremasi manusia sebagai satu-satunya makhluk yang berakal budi di atas bumi. Maka, semakin maju kampus suatu bangsa, semakin terhormatlah bangsa tersebut di mata dunia.

Sebuah kutipan dari sebuah studi yang dilakukan oleh OnlineCollege USA mengungkapkan bahwa, kebanyakan kampus di USA mnyediakan bandwidth 100 Mbps hingga 500 Mbps. Hal ini masih sangat jauh dari rata-rata Mbps (Mega Byte Per Second) yang disediakan oleh kampus di Indonesia yaitu rata-rata 30 Mbps.

Menurut Executive General Manager Divisi Business Service PT. Telkom, Yusron Haryadi, kemajuan sebuah kampus saat ini kerap kali diukur dengan aksesbilitas kampus tersebut, dan hal ini dapat dinilai dengan konsumsi bandwidth kampus yang bersangkutan, hal ini akan berdampak pada tingkat aksesbilitas para mahasiswanya untuk mendapatkan refrensi-refrensi terbaik untuk menunjang perkuliahan mereka.

“Karena hal ini terkait dengan layanan content yang dapat dilakukan pada jaringan internet di kampus-kampus tersebut, bila aksesbilitas kurang baik volume maupun kualitasnya, maka akan berpengaruh bagi peluang komunitas kampus tersebut, untuk menikmati sistem layanan kampus yang lebih canggih dan komprehensif,” tukasnya di sela-sela Kick Off IndiCampus (Indonesia Digital Campus) Nasional di Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon Jalan Perjuangan 17.

Sementara, Direktur EBIS PT.Telkom, M. Awaluddin mengatakan, untuk menjawab kesenjangan akses internet di  kampus-kampus di Indonesia pihaknya menargetkan seluruh kampus di Indonesia akan ter-digitalisasi.

“Tahun ini kami menargetkan bandwidth hingga 10 Gbps untuk komunitas kampus. Kami menargetkan dalam tahun ini juga dapat menggaet 1.000 kampus bergabung dengan program Indicampus untuk dapat mencapai target 10 Gbps yang telah dicanangkan,” tuturnya.

Telkom IndiCampus sendiri, merupakan persembahan Telkom bagi kemajuan bangsa melalui program Indonesia Digital Network (IDN) di Komunitas Perguruan Tinggi dengan peningkatan penetrasi Broadband dan pengembangan total solusi.

Program ini bertujuan untuk membantu terpenuhinya prasyarat World Class Campus di seluruh Indonesia, yang salah satu indikatornya adalah telah menyediakan minimal broadband akses 5Kbps/mahasiswanya.

“Program ini pertama kalinya diluncurkan di Cirebon dan sudah bekerja sama dengan 13 perguruan tinggi di wilayah III (Cirebon, Indramayu,Kuningan, dan Majalengka). Intinya melalui program IndiCampus ini, Telkom sangat siap mendukung penuh program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mempercepat kemajuan Perguruan Tinggi Indonesia menuju kampus Kelas Dunia,” terang Awalludin.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s