Polisi Tangkap Sepasang Kekasih Dalang Pembunuhan

Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni (ketiga dari kiri) saat gelar perkara kasus pembunuhan di MAporesta Cirebon.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni (ketiga dari kiri) saat gelar perkara kasus pembunuhan di Maporesta Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Sepasang kekasih Aldi (24 tahun) warga Klayan Kabupaten Cirebon dan Lusy (22 tahun)  warga Cilimus Kabupaten Kuningan serta adik Lusy L yang masih duduk di bangku SMK di Kuningan, menjadi dalang pembunuhan sekaligus penculikan. Setelah membununh korban Elza warga BTN Weru Permai Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, sepasang kekasih ini menculik anak korban Timothy Ivan Purwanto (8 tahun) dan dibuang di areal persawahan di Karangampel Kabupaten Indramayu, sementara mayat Elza dibuang di Kali Kriyan Kota Cirebon yang mengarah ke lautan lepas

Tidak lebih dari 12 jam setelah kejadian pada Selasa (10/6) malam atau Rabu (11/6) malam, polisi berhasil meringkus pelaku di kamar kostnya di Desa Kertawinangun Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, sekaligus menjadi tempat menghabisi nyawa Elza.  Salah satu pelaku Lusy, merupakan SPG sekaligus model cantik.

Dalam gelar perkara yang digelar Polres Cirebon Kota, Lusy dan Aldi mengaku terpaksa membunuh Elza karena terbelit kebutuhan ekonomi diantaranya untuk membayar kost dan kebutuhan sehari-hari.

“Awalnya sasaran kami bukan Elza tapi mantan pacarnya, begitu melihat Elza yang membawa mobil Nissan March kami spontan untuk merampas harta Elza dan menghabisi nyawanya. Tadi niatnya cuma ngambil uangnya saja tidak ada niat membunuh.” ungkap Aldi.

Koban datang bersama putranya ke kostan pelaku, setelah ditelepon pelaku yang berpura-pura ingin menjadi nasabah asuransi karena Elza merupakan karyawan dari salah satu perusahaan asuransi di Kota Cirebon.

Saat di dalam kamar kost itulah pelaku Lusy membekap korban dengan bantal sementara Aldy mencekik dan mengikat leher Elza dengan tali, serta L memegang tangan dan kaki korban. Setelah dipastikan korban tidak bernyawa, Aldi mengajak jalan-jalan Timothy dan membuang putra semata wayang Elza ini di areal persawahan di Kabupaten Indramayu.

“Setelah setengah jam ngobrol-ngobrol tentang asuransi, Elza saya bekap pakai bantal dan Aldi mencekik leher, sedangkan L memegangi kaki korban. Awalnya cuma niat merampok, bukan membunuh, cuma reflek,” kata Lusy.

Berawal dari seorang ocah yang ditemukan oleh petani di areal persawahan, Polisi bergerak cepat menyelidiki dan mengidentifikasi, yang mengarah pada sepasang kekasih tersebut.

Kapolres Cirebon AKBP Dani Kustoni menjelaskan, pihaknya telah menangkap 3 orang pelaku pembunuhan yang didalangi oleh sepasang kekasih, di sebuah kamas kost di Tuparev Kabupaten Cirebon.

Dari tangan pelaku, pihaknya mengamankan satu unit kendaraan roda empat merk Nissan March warna hitam, yang plat nomornya sudah diubah dari E 1877 KZ menjadi E 411 DY. Selain itu diamankan pula sejumlah telepon genggan, blackberry, dompet berisi uang tunai dan kartu kredit milik korban, bantal dan seprai berlumur darah, dan lainnya.

“Pelaku dukenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 pencurian dengan kekerasan. Fakta menunjukkan pelaku melakukan rencana pembunuhan dan berupaya mengambil harta milik korban. Mereka diancam hukuman maksimal penjara seumur hidup,” tegasnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s