Kunjungi Keraton, Jokowi Dapat Amanah dari Sultan

Sultan Sepuh ke-XIV PRA Arief Natadiningrat (kiri) dan Jokowi (kanan) di Cirebon.
Sultan Sepuh ke-XIV PRA Arief Natadiningrat (kiri) dan Jokowi (kanan) di Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Calon Presiden RI nomor urut dua Joko Widodo, mengunjungi Cirebon. Selain menyapa ribuan simpatisan dan pendukungnya, Jokowi mengunjungi beberapa tempat yang menjadi ikon Kota Udang tersebut, seperti sentra batik Trusmi dan Keraton Kasepuhan.

Dalam kunjungannya di Keraton Kasepuhan, Jokowi disambut langsung oleh Sultan Sepuh ke-XIV PRA Arief Natadiningrat beserta keluarga Keraton lainnya. Tentu saja kedatangan Jokowi di Keraton, disambut ribuan masyarakat Cirebon yang mendukung dirinya untuk menjadi Presiden RI perode 2014-2019 pada Pemilihan Umum 9 Juli 2014.

Sultan Sepuh mengatakan, DKI Jakarta yang dipimpin Jokowi memiliki catatan sejarah yang sangat dekat dengan Keraton Cirebon, ketika Sunan Gunung Jati mengusir Portugis dari Sunda Kelapa, hingga kini peristiwa tersebut diperingati sebagai Hari Ulang tahun Jakarta. Dihadapan Jokowi dan ribuan pendukungnya, Sultan mengapresiasi calon Presiden yang menghargai sejarah karena sejarah sangat penting dan sesuai dengan konstitusi sebagai jati diri bangsa.

“Pendidikan itu penting, tetapi budaya dan sejarah sangat penting,” serunya.

Sultan juga menitipkan dua pesan kepada Jokowi yaitu membangun akhlak dan moral bangsa serta kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. “Presiden harus memiliki sikap yang jujur, berakhlak, dan bermoral, masyarakatnya juga harus berakhlak dan bermoral. Selain itu, masyarakat juga harus sejahtera,” cetusnya.

Menurutnya, untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik dibutuhkan presiden yang dekat dengat rakyatnya karena dia akan mengerti apa yang diinginkan rakyat. Sultan menegaskan, Keraton harus netral karena Keraton tidak boleh menjadi partai politik dan tidak boleh terjun pada politik praktis, namun Sultan mendorong keluarga keraton, abdi dalem dan para wargi Keraton agar tidak golput. “Keraton itu netral,” katanya.

Sultan juga mendoakan Jokowi agar diberi kesehatan dan panjang umur, diberi kelancaran dan sukses mencapai cita-citanya. “Kita doakan supaya Pak Jokowi sukses, dan tidak lupa dengan kita semua,” tuturnya.

Sementara, Jokowi menyatakan dirinya sudah lama hidup di lingkungan Keraton sehingga ia mengerti bagaimana harus mengelola Keraton sekaligus sejarah dan budaya di dalamnya. “Saya sudah puluhan tahun hidup di keraton dan mengerti kegiatan serta ritual-ritual yang ada di keraton,” tuturnya.

Karena kecintaanya terhadap Keraton dirinya mempelopori event budaya keraton skala nasional dan dunia. “Festival Keraton sedunia dan festival keraton di Solo, merupakan apriseasi dan wujud cinta saya terhadap kekayaan budaya Indonesia,” katanya.

Menurutnya, setiap kota di Indonesia bahkan di dunia memiliki kebudayaannya masing-masing sebagai identitas suatu bangsa. Melalui kebudayaan, terbentuklah sebuah jati diri bangsa dan karakter bangsa. “Disamping pendidikan, saya akan menganggarkan dana yang besar terhadap kebudayaan dan sejarah, agar jati diri bangsa Indonesia tidak hilang,” terangnya.

Jokowi berjanji, sebagai bentuk komitmennya terhadap budaya di Indonesia ia akan memberi perhatian lebih kepada kebudayaan dan sejarah. “Pak Sultan jangan khawatir komitmen saya, nanti lihat saja kalau saya sudah menjabat,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s