Peredaran Narkoba di Dalam Lapas Sulit Diberantas

Polisi menghancurkan ribuan barang bukti narkoba dan minuman keras.
Polisi menghancurkan ribuan barang bukti narkoba dan minuman keras.

(Suara Gratia)Cirebon – Satuan Narkoba Polres Cirebon Kabupaten dan petugas keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Narkoba Gintung, mengmankan tiga orang narapidana yang mendapatkan pasokan narkoba jenis ganja dan sabu-sabu. Hal ini menunjukkan masih maraknya peredaran dan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas.

Kasat Narkoba Polres Cirebon Kabupaten AKP Hartono mengaku kesulitan untuk menghentikan peredaran narkoba ke dalam Lapas Gintung.

“Masalah ini terjadi karena Lapas Gintung melebihi kapasitas dan Lapas ini menampung narapidana dari daerah lain. Kondisi ini, hampir dialami oleh seluruh Lapas di Indonesia,” bebernya.

Dia menyebutkan, saat ini tercatat tiga orang yang diamankan pihaknya terkait penyelundupan narkotika di dalam lapas. Dua di antaranya, yakni S dan T, warga Pondok Gede Kabupaten Bekasi, telah diproses setelah kedapatan memiliki paket putaw.

Sementara seorang lagi yakni ABS alias Mayor, warga Kota Baru Kabupaten Karawang telah terbukti memiliki putaw.

Hartono melanjutkan, modus penyelundupan narkoba ke dalam Lapas selama ini, dilakukan dengan menitipkannya melalui petugas kebersihan atau pengantar makanan (taping). Taping adalah narapidana yang dalam masa percobaan sebelum habis masa hukumannya.

“Tersangka beralasan lupa siapa dari siapa paket narkoba ini diterima, karena setiap hari petugas taping berganit-ganti,” terangnya.

Namun dia menegaskan, kepolisian bersama petugas Lapas akan selalu bekerja maksimal menghentikan penyelundupan dan peredaran narkoba di dalam Lapas.

Saat ini, T dan Mayor masih menjalani sisa masa hukuman. Namun proses hukum atas perbuatan mereka terus berjalan.

“Kalau terbukti bersalah dan dihukum, mereka akan semakin lama menjadi penghuni Lapas,” cetusnya.

Berdasarkan catatan, Januari 2014 silam, Polres Cirebn Kabupaten dan petugas keamanan Lapas baerhasil mengagalkan peredaran narkoba di dalam Lapas, melalui enagkapan seorang narapidana AB (53 tahun). AB kedapatan menyimpan sabu-sabu senilai Rp 4,5 juta terbagi dalam tujuh paket yang disimpan di ruangannya di Blok F Kamar Nomor 59.

Selain itu, akhir 2013 lalu petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dan dekstro ke dalam Lapas senilai Rp 45 juta yang diamankan dari orang yang tida dikenal.

Masih di tahun yang sama, polisi dan petugas lapas juga berhasil menangkap seorang kurir narkoba DW (18 tahun) yang mencoba mengirimkan sabu-sabu senilai Rp 10 juta, untuk sang kakak di dalam Lapas Gintung.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s