IRR Dukung Jokowi-JK Pertahankan Pasar Tradisional

Tim pemenangan Jokowi-JK Maman Imanulhaq (kiri) dan Rieke Diah Pitaloka (tengah) di Pasar Kanoman Kota Cirebon.
Tim pemenangan Jokowi-JK Maman Imanulhaq (kiri) dan Rieke Diah Pitaloka (tengah) di Pasar Kanoman Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Tim Relawan pendukung Pasangan Calon Presiden Nomor Urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tergabung dalam Indonesia Rumah Rakyat (IRR), menolak keras terhadap penggusuran pasar tradisional menjadi pasar modern. Mereka menilai, pemerintah tidak pernah hadir di tengah pasar tradisional. Pasalnya, pasar tradisional menjadi tempat yang terabaikan selalu diidentikkan dengan tempat yang kumuh, jorok, dan kotor, padahal pasar tradisional menjadi ujung tombak perekonomian rakyat.

“Inilah potret pasar yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, kondisi fisiknya selalu memprihatinkan,” ujar kordinator IRR, Rieke Diah Pitaloka, ketika ditemui disela-sela blusukannya di Pasar Kanoman Kota Cirebon, (Senin, 30/6).

Dirinya mengklaim, lewat sejumlah program dan visi misi pasangan Jokowi-JK akan mengembalikan fungsi pasar tradisional sebagai tempat jual beli yang bermartabat serta dihargai oleh wargaya sendiri. “Pasar ini akan dikembalikan fungsinya, layaknya pasar tradisional yang dibenahi tanpa di gusur seperti di Kota Solo, dan di Jakarta,” katanya.

Menurutnya, keberadaan pasar-pasar tradisional di Indonesia perlu dibenahi lebih rapih dan bersih terintegrasi dengan sistem pengolahan limbah sampah yang juga menghasilkan keuntungan bagi warga itu sendiri. “Bahwa keberadan pasar-pasar seperti Pasar Kanoman ini perlu dibenahi, tapi kami menolak jika pasar ini digusur dan diganti jadi mall. Karena tidak akan terjadi perputaran ekonomi rakyat,” terangnya.

Rieke melanjutkan, sebagian besar komoditas yang ada di pasar harus berasal dari dalam negeri agar tercipta kekuatan pangan dan tidak tergantung oleh produk impor. Selain itu, daya beli masyarakat harus dijaga dengan menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.

“Berbicara pasar tradisional bukan hanya berbicara mengenai bagaimana pedagang bertahan menjadi garda terdepan perekonoian kerakyatan, namun juga berbicara tentang bagaimana pasokan dari petani kita sendiri, dan daya beli masyarakatnya. Inilah yang disebut dengan konsep pasar pasangan Jokowi-JK yang terintegrasi dengan kedaulatan pangan,” tandasnya.

Sementara, tim penggerak IRR lainnya, Maman Imanulhaq menyatakan, pihaknya melakukan Safari Ramadhan di Pasar Kanoman untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, sekaligus memberikan perlawanan kepada kelompok-kelompok kapitalis yang hendak menggusur keberadaan pasar-pasar tradisional.

“Penggusuran beberapa pasar tradisional dan diganti dengan mall-mall besar, akan merusak kearifan lokal,” tuturnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s