Satpol PP Kota Cirebon Tertibkan PKL

Sapol PP Kota Cirebon membongkar lapak PKL di Jalan Siliwngi.
Sapol PP Kota Cirebon membongkar lapak PKL di Jalan Siliwngi.

(Suara Gratia)Cirebon – Jalan-jalan protokol di Kota Cirebon dalam beberapa waktu kedepan akan bersih dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Keberadaan PKL yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan dan memakai trotoar sebagai tempat berjualan dituding sebagai penyebab semrawutnya pemandangan kota dan mengganggu pejalan kaki. Ratusan pedagang kaki lima di jalan-jalan utama akan ditertibkan dan dibongkar lapaknya atau tetap berjualan namun lapaknya diletakkan di dalam gang.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon, menyisir tiga ruas jalan bertingkat keramaian tinggi, masing-masing Siliwangi, Kartini, dan Karanggetas. Bukan hanya membongkar sejumlah lapak yang kebanyakan berdiri permanen di sepanjang trotoar, para pedagang yang tengah berjualan pun diberitahu untuk membongkar lapak miliknya masing-masing.

Kepala Satpo PP Kota Cirebon Andi Armawan mengatakan, berkoordinasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cirebon, Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi memberikan sosialisasi sekaligus menertibkan bagi PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Kartini, Jalan Karanggetas, dan Jalan Siliwangi, pasalnya jalan-jalan ini diproyeksikan akan bersih dari PKL.

“Hari ini sampai beberapa hari kedepan kami memberikan sosialisasi kepada para pedagang, kami akan membongkar lapak yang berdiri permanen, karena jalan protokol di Kota Cirebon akan bersih dari PKL,” terangnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 800 PKL akan ditertibkan dan bagi pemilik yang lapaknya dibongkar dapat mengambil lapaknya di Kantor Satpol PP, lapak tersebut akan dikembalikan namun tidak boleh berjualan di tempat yang sama.

“Lapak-lapak yang permanen akan kita bongkar, silahkan bagi pemilik dapat mengambil lapaknya di kantor. Nanti mereka akan diberikan sosialisasi dan tidak boleh berjualan di jalan protokol,” katanya.

Ia mengaku, tidak ada larangan untuk berjualan bagi siapapun baik warga Kota Cirebon mapun luar Kota, namun harus memperhatikan ketertiban umum. “Kami tidak melarang berjualan, tapi harus tahu dimana harus berjualan,” tandasnya

Sementara, Kepala Seksi Usaha Kecil Menengah pada Disperindagkop Kota Cirebon, Jupri menyatakan, pihaknya banyak menerima protes dari masyarakat mengenai kebersihan jalan, kemacetan, dan pejalan kaki merasa terganggu dengan keberadaan PKL.

“Jalan protokol di Kota Cirebon harus bersih, kalau ada pedagang di jalan-jalan tersebut, maka mereka menyalahi aturan. Karena sudah banyak keluhan masyarakat kepada kami,” katanya.

Salah seorang pedagang yang lapaknya ditertibkan Satpol PP, Sadinah (48 tahun) protes atas penertiban tersebut. Ia mengaku, sulit untuk mencari tempat baru, sementara di tempatnya saat ini yakni di Jalan Siliwangi sudah banyak pelanggan.

“Kalau saya dipindah di tempat yang baru, saya susah nyari pelanggan lagi,” katanya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s