Polisi Tembak 3 Pelaku Curas

Tujuh tersangka curas ditangkap Polisi, tiga diantaranya dilumpuhkan dengan timah panas.
Tujuh tersangka curas ditangkap Polisi, tiga diantaranya dilumpuhkan dengan timah panas.

(Suara Gratia)Cirebon – Jajaran Satreskrim Polres Cirebon Kota menangkap tujuh pelaku pencurian dengan kekerasan (curas). Para pelaku diamankan oleh tim khusus yang dibentuk untuk mengamankan wilayah hukum Kota Cirebon dalam rangkaian Operasi Ketupat 2014. Polisi terpaksa menembak tiga pelaku, karena pelaku hendak melarikan diri dan melawan polisi.

Ketujuh pelaku yakni Ag, Sub, Nn, Mn, Jae warga Krangkeng Kabupaten Indramayu, Ir warga Kegiren Jalan Kalibaru dan Bud asal Jalan Gunung Kelud Perumnas Kota Cirebon. Mereka ditangkap dalam lima aksi kejahatan yang mengakibatkan kerugian cukup banyak.

“Saat masa Idul Fitri 2014 kemarin, kami menangkap para pelaku yang melakukan aksi kejahatan dengan kekerasan. Mereka tanpa belas kasihan memaksa korban menyerahkan barangnya,” ungkap Kapolres Cirebonkota, AKBP Dani Kustoni didampingi Kasatreskrim, AKP Hidayatullah dalam kegiatan jumpa pers di Mapolres Cirebon Kota, Kamis (14/8).

Dani mengatakan salah satu pelaku tega melukai korbannya dengan pisau  komando. Ag melakukan  aksi merampok Alfamart di Kalitanjung dengan cara berpura-pura menjadi pembeli. Pelaku memaksa kasir menyerahkan uang dengan menodongkan pisau komando.

“Pera tersangka dijerat pasal 363, 365 junto UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senjata tajam. Kami akan terus berupaya mengamankan para pelaku curas lainnya,” ungkap Dani.

Di tempat yang sama, Kasatreskrim Polres Cirebon Kota AKP Hidayatullah mengatakan, pihaknya terpaksa menembak pelaku karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas.

“Ketika petugas melakukan penangkapan tiga pelaku berusaha melarikan diri, kami terpaksa melumpuhannya,” katanya, usai jumpa pers di Mapolres setempat.

Hidayatullah menambahkan pihaknya mengamankan barang bukti berupa lima sepeda motor, uang tunai, kalung dan lainnya. Polisi juga mengamankan belati komando, obeng dan pisau yang dijadikan alat kejahatan.

“Salah satu pelaku merupakan residivis, Ir sudah tiga kali masuk penjara. Saat ini kami masih mengembangkan kasus tersebut,” imbuhnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s