Pembatasan BBM Subsidi di Kota Cirebon Berlaku Hingga Akhir Tahun

Akibat dari pembatasan kuota BBM bersubsidi, SPBU di wilayah Cirebon diserbu warga.
Akibat dari pembatasan kuota BBM bersubsidi, SPBU di wilayah Cirebon diserbu warga.

(Suara Gratia)Cirebon – Setelah beberapa hari masyarakat dibuat resah akibat BBM subsidi dibatasi di sejumlah SPBU di Kota Cirebon khususnya. Akhirnya Pemerintah Kota Cirebon, berjanji akan mencari jalan keluar agar masyarakat di Kota Cirebon dapat menikmati BBM bersubidi seperti hari-hari biasanya.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya menyatakan, Pemkot Cirebon sudah melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait pasokan kuota BBM bersubsidi di Kota Cirebon.

“Untuk menanggulangi kekurangan pasokan BBM bersubsidi yang berakibat pada sulitnya masyarakat mendapatkan BBM di SPBU-SPBU, Pemkot Cirebon sudah melakukan langkah-langkah diantaranya berkoordinasi dengan Hiswana Migas selaku operator di lapangan dan Pertamina Jawa Barat,” katanya, Senin (25/8).

Agus berharap, persoalan kekurangan BBM bersubsidi segera dapat teratasi, kalau masih belum pihaknya akan melakukan evaluasi. “Kami akan tanggulangi secepatnya, masyarakat tidak usah khawatir,” tandasnya.

Sementara, Kepala Bagian Pemasaran External Relation Pertamina Jawa Bagian Barat, Suci Millar mengatakan, sejak beberapa hari lalu Pertamina sudah mengatur kuota BBM Subsidi untuk memastikan kuota BBM tersebut mencukupi hingga akhir tahun.

“Sesuai dengan Undang Undang Nomor 12 Tahun 2014 tentang APBN 2014, kami akan mengontrol pasokan BBM cukup hingga Desember tahun ini,” terangnya.

Milla menjelaskan, kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta kilo liter menjadi 46 juta kilo liter sudah sesuai dengan UU tersebut, sehingga Pertamina harus mengatur kuota per harinya untuk memastikan BBM bersubsidi cukup sampai akhir 2014.

Ia melanjutkan, APBN 2014 telah menggariskan bahwa kuota BBM bersubsidi tidak boleh melampaui kuota yang sudah ditetapkan. Dengan kondisi itu, maka hanya ada dua pilihan, pertama menyalurkan BBM subsidi secara normal dengan konsekuensi kuota BBM subsidi habis sebelum akhir tahun yaitu November 2014 untuk Solar dan Desember untuk Premium, dan kedua masyarakat harus membeli BBM non subsidi sampai akhir tahun.

Pilihan lainnya adalah, mengatur volume penyaluran setiap harinya, sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun.

“Untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat, Pertamina menyediakan BBM non subsidi yaitu, Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamax Dex,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s