Pemkot Cirebon Janjikan Solusi bagi PKL

Demonstrasi Forum PKL di depan Balai Kota Cirebon.
Demonstrasi Forum PKL di depan Balai Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Setelah kurang lebih tiga pekan, akhirnya permasalahan antara Pedagang kaki Lima (PKL) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, sepakat untuk menunggu keputusan dalam tiga hari kedepan. Pasalnya, Pemkot Cirebon menyatakan mulai hari ini, Senin (1/9) hingga paling lambat Kamis (4/9) akan memberikan solusi terbaik bagi PKL.

Keputusan tersebut didapat setelah ratusan PKL yang tergabung dalam Forum Pedagang Kaki Lima Kota Cirebon melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota. Mereka menuntut, diijinkan berjualan kembali di tempat semula yakni, di sekitaran Jl. Siliwangi, Jl. Karanggetas, dan Jl. Kartini. Jika tuntutan mereka tidak dikabulkan FPKL mengancam akan terus menduduki Balai Kota.

“Hari ini kami minta harus ada keputusan,” ujar pendiri Forum PKL Kota Cirebon Erlinus Thahar, Senin (1/9), saat diterima di ruang Adipura oleh Wakil Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, Sekretaris Daerah Asep Dedi, dan Kepala Satpol PP Andi Armawan.

Menurutnya, Peraturan Wali Kota Nomor 9 Tahun 2003 isinya sangat menyudukan PKL. Ia mengaku sedih, sejak ditertibkan 21 hari lalu hingga kini PKL tidak berjualan.

“Melihat kawan-kawan saya tidak berjualan saya sampai nangis,” katanya.

Thahar menegaskan, yang terpenting saat ini adalah PKL diizinkan berjualan kembali masalah Perwali bisa dibicarakan kemudian. “Kami menghormati Perwali, namun kami juga butuh ketegasan Pemkot,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Nasrudin Azis menyatakan, untuk menjawab boleh berjualan atau tidak, tentu saja PKL boleh berjualan kembali, namun tidak boleh di tempat semula. Karena sejak awal penertiban, pihaknya sudah memberikan sosialisasi dan menyediakan tempat baru yang terbagi di 3 kawasan (Kawasan A, B, dan C) terdiri dari 35 titik ruas jalan, seperti Jl. Tentara Pelajar, Jl. Sisingamangaraja, Jl. Samadikun dan ainnya.

“Kalau tuntutannya seperti itu, kami dengan tegas menyatakan boleh berjualan kembali. Tapi, ada tempat yang boleh dan tidak. Karena kita tidak bisa melanggar peraturan yang ada pada Perwali, mengenai ketertiban umum,” tegasnya.

Azis mengaku memahami betul permasalahan yang terjadi antara PKL dan Pemkot Cirebon, oleh karena itu pihaknya meminta waktu selama tiga hari kedepan untuk memberikan solusi terbaik terkait masalah ini.

“Kalo diminta memutuskan hari ini jelas kita tidak bisa, karena untuk membuat keputusan perlu koordinasi dengan pihak terkait lainnya. Saya minta waktu tiga hari, atau paling lambat Kamis (4/9), nanti ketemu di ruang saya dengan bapak-bapak perwakilan PKL yang hadir hari ini,” tandasnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s