Malam ini PKL Cirebon Paksa Berjualan di Tempat Semula

Demonstrasi Forum PKL di depan Balai Kota Cirebon.
Demonstrasi Forum PKL di depan Balai Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Hari ini (Senin, 8/9), ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Cirebon yang tergabung dalam Forum PKL, kembali mendatangi Balai Kota Cirebon dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mereka menuntut Pemkot Cirebon memperbolehkan kembali berjualan di tempat semula yakni di sepanjang Jl. Siliwangi dan Jl. Kartini, selain itu mereka juga menuntut Perda Nomor 9 Taun 2003 tentang Ketertiban Umum, segera dicabut, karena Perda tersebut, dinilai telah merebut hak-hak masyarakat dalam mencari penghidupan.

Sekitar 30 menit Form PKL berorasi di depan Kantor Wali Kota Cirebon di Jl. Siliwangi, akhirnya Kepala Bagian Ekonomi Pemkot Cirebon, Agus Mulyana dan Kepala Satpol PP Kota Cirebon Andi Armawan menemui mereka langsung di tengah jalan.

Maksud Forum PKL untuk menemui Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno pun kandas, karena belliau tengah menghadiri kegiatan Festival Keraton Nusantara IX di Bima Nusa Tenggara Barat.

Koordinator Lapangan aksi demonstrasi Forum PKL Cirebon, Yunus mengatakan, sejak penertiban yang dilakukan Pemkot Cirebon, kurang lebih satu bulan lamanya PKL tidak berjualan.

Jika hari ini tidak diijinkan berjualan setidaknya pada malam hari, mereka mengancam akan terus menduduki Balai Kota Cirebon. Menurutnya, Jl. Kartini dan Jl. Siliwangi tanpa PKL seperti kota mati karena terlihat sepi.

“Kami bukan masyarakat yang sulit diatur, tapi kami juga butuh penghasilan. Sambil menunggu solusi, malam ini kami mau berjualan,” serunya dari depan Balai kota Cirebon.

Sementara, Andi Armawan menegaskan, demi kepentingan dan kenyamanan bersama peraturan tetap harus ditegakkan, karena sudah jelas tertulis dalam Perda tersebut dinyatakan, Jl. Kartini dan Jl. Siliwangi merupakan Kawasan Tertib Lalu Lintas yang bebas dari PKL.

Mengenai tuntutan Forum PKL yang memaksa berjualan kembali, dirinya menyatakan Pemkot Cirebon tidak melarang PKL berjualan, namun tempatnya sudah ditentukan.

“Saya tetap menjalankan peraturan, kami sudah menyiapkan sejumlah tempat untuk berjualan,” tandasnya, di tengah kerumunan massa menggunakan pengeras suara yang dibawa PKL.

Sementara, menurut Agus Mulyana, untuk memecahkan persoalan ini dibutuhkan pembicaraan lebih intensif lagi yang dihadiri oleh masing-masing perwakilan dari PKL.

“Mari kita duduk bersama, silahkan PKL mengirimkan wakilnya sesuai dengan tempat berjualan. Misalnya dari PKL di JL. Siliwangi 5 orang, PKL di Jl. Kartini 5 orang perwakilan,” katanya.

Sementara ini, pihaknya sudah menyediakan tempat baru bagi PKL yakni di Jl. Pasuketan, namun kenyataannya baru sedikit PKL yang bersedia pindah ke sana.

“Untuk semenara, kami sediakan tempat di Jl. Pasuketan. Daripada tidak berjualan silahkan, sambil menunggu keputusan berjualan dulu di sana,” tegasnya.

Tidak lama, kerumunan massa pun menuju Kantor DPRD yang terletak di depan Balai Kota Cirebon. Disana mereka menuntut hal yang sama.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s