Pensiunan PT KAI Dipolisikan

Kalil Kartono (kiri) dan Kuasa hukumnya Agus Prayoga (kanan).
Kalil Kartono (kiri) dan Kuasa hukumnya Agus Prayoga (kanan).

(Suara Gratia)Cirebon – Seorang pensiunan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon, Kalil Hartono (74 tahun) dipidanakan dengan tuduhan dugaan penyalahgunaan sewa aset tanah KAI kepada pihak ketiga tanpa izin yang berhak, berdasar Pasal 385 KUHP dengan ancaman penjara di bawah lima tahun.

Kalil sendiri sudah diperiksa Kejaksaan setelah berkasnya dinyatakan P21, Kamis (11/9). Dia bersikeras bahwa tanah yang didiami dan ditinggali bersama keluarganya sejak puluhan tahun itu milik Keraton Kasepuhan Cirebon bukan PT KAI.

“Tanah ini kan bukan milik PT KAI tapi milik Keraton Kasepuhan. Tapi, PT KAI lepaorkan saya ke Polisi karena tanah ini disewakan untuk rumah makan,” tuturnya, Kamis (11/9) ditemui setelah dirinya diperiksa Kejaksaan Negeri Cirebon

Kalil yang juga Mantan Kepala Divisi Konstruksi Jalan dan Bangunan PT KAI, menjelaskan, menempati rumah tersebut sejak tahun 1972 dan pensiun pada 1995. Selama menempati rumah itu, dirinya membayar tarif sewa sesuai aturan Perumka (PT KAI saat itu), mulai Rp55 ribu/bulan hingga naik pada 2009 senilai Rp600 ribu/bulan atau sekitar Rp97 juta/tahun.

“Kemudian, PT KAI mengeluarkan aturan tarif sewa baru, saya diharuskan bayar Rp230 juta/tahun. Uang dari mana sebesar itu bisa saya peroleh, sementara untuk mengusir kami kan harus sesuai aturan,” ungkap dia.

Setidaknya ada 1.000 kepala keluarga (KK) sepanjang kawasan Krucuk hingga Kriyan Kota Cirebon, yang tanahnya bermasalah akibat klaim PT KAI maupun Keraton Kasepuhan. Surat izin pinjam pakai tanah dan bangunan yang dimiliki Kalil sendiri berlaku hingga 25 September 2014 dan akan diperpanjang

Sementara, Ketua Paguyuban Penempatan Lahan Keraton Iswardi Cahyana menyayangkan sikap PT KAI yang dianggap mengintimidasi. Beberapa kali petugas PT KAI melakukan pengukuran dan penagihan biaya sewa dengan didampingi polisi.

“Kami cemas dengan sikap itu, kami anggap berlebihan. Tapi Sultan Arief meminta kami tenang menghadapinya,” katanya.

Kuasa hukum Kalil dan warga yang tanahnya diklaim PT KAI Agus Prayoga meminta pemda turun tangan. Pasalnya, persoalan ini bukan hanya menimpa pensiunan PT KAI di Kota Cirebon saja melainkan pula di daerah lain seperti Kabupaten Majalengka.

“Kami sudah ke Kompolnas untuk melihat situasi ini, kami sesalkan ada intimidasi dari PT KAI. Apalagi, belum dipastikan tanah ini milik siapa, PT KAI, Kementerian Perhubungan, Negara, atau Keraton Kasepuhan,” tandasnya.

Dia menyebut, tindakan PT KAI mempolisikan pensiunan ini merupakan tindak kriminalisasi terhadap pelaku sejarah perkeretaapian. Kalil sendiri diminta membayar Rp468 juta karena telah menempati tanah dan bangunan selama dua tahun, namun dia menyebut pria itu seharusnya hanya membayar Rp10 juta.

Sementara itu, Sultan Arief belum dapat memberikan tanggapan karena tengah rapat. Terpisah Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Gatut Sutiyatmoko saat dihubungi tidak memberikan tanggapan apa pun. (Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s