Pelabuhan Cirebon akan Menjadi Pelabuhan Masa Depan

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelabuhan Indonesia II, Saptono R. Irianto.
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelabuhan Indonesia II, Saptono R. Irianto.

(Suara Gratia)Cirebon – Pelabuhan Cirebon memiliki potensi sangat besar bahkan tidak menutup kemungkinan dapat dikembangkan sebesar Terminal Kali Baru Tanjung Priok Jakarta. 20 hingga 30 tahun lalu Pelabuhan Cirebon merupakan pelabuhan yang cukup diandalkan, karena pada saat itu kapal-kapal masih berukuran kecil tidak membutuhkan perairan yang dalam untuk bersandar. Kayu, adalah komoditas utama waktu itu. Kedepan, Pelabuhan Cirebon dapat menerima barang-barang curah.

Untuk menjadikan Cirebon menjadi pelabuhan penting di Indonesia, harus memenuhi tiga syarat yaitu keamanan, fasilitas, sumber daya manusia, dan yang paling penting adalah steril.

“Sekarang Pelabuhan Tanjung Priok sudah menangani kapal-kapal besar dan Semarang juga ada, diantara kedua daerah itu ada Cirebon. Dalam 3 atau 4 tahun, Cirebon dapat dikedepankan untuk menangani komoditi seperti CPO, batu bara, dan pasir. Namun, ini harus ditangani dengan benar, harus steril,” ungkap Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelabuhan Indonesia II, Saptono R. Irianto, Rabu (17/9).

Saptono melanjutkan, pengembangan Pelabuhan Cirebon tidak akan memperluas area darat namun akan memperluas area perairan dengan mengurug laut atau reklamasi. Pelabuhan lama akan menjadi pelabuhan nostalgia karena pelabuhan Cirebon akan mejadi pelabuhan masa depan yang dapat menerima teknologi kapal.

“Saat ini Pelabuhan Cirebon memiliki kedalaman 5,5 m sehingga tidak dapat dilalui kapal-kapal besar. Untuk itu dibutuhkan pengerukan sedalam 10-12 m dan di reklamasi,” terangnya.

Menurutnya, Cirebon merupakan daerah strategis dibanding daerah lainnya, namun untuk mempercepat pengembangan, pelabuhan Cirebon harus steril.

“Akhir tahun ini Pelabuhan Cirebon harus steril. Sudah masuk dalam rencana kerja kita di tahun 2014, ini akan sukses jika diawali dengan sterilisasi Pelabuhan Cirebon.” tegasnya.

Ia menjelaskan, Cirebon merupakan daerah yang strategis, posisi ini dapat menarik pelaku usaha. Infrastruktur pendukungnya pun dinilainya sudah lengkap seperti Jakarta diantaranya adalah, jalan tol, Bandara Internasional, dan dapat dilintasi moda transportasi kereta api.

“Cirebon diuntungkan dengan letaknya yang strategis, dekat dengan Kalimantan, Sumatra, Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Infrastrukturnya pun sudah seperti Jakarta,” terangnya.

Sementara, Manager Operasional Pelindo II Cirebon, Yossianis Marciano mengatakan, sebenarnya target sterilisasi pelabuhan Cirebon selesai pada bulan April lalu, namun karena berbagai persoalan hingga kini belum terlaksana.

Sejak awal tahun 2014, pihaknya sudah mensosialisasikan sterilisasi pelabuhan Cirebon dengan memasang spanduk, plang, dan berkoordinasi dengan aparat keamanan serta unsur muspida.

“April harusnya sudah eksekusi,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s