Transportasi Umum Wajib Penuhi SMK

Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno memberikan sambutan dalam Workshop Sistem Manajemen Keselamatan Bagi Perusahaan Angkutan Barang.
Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno memberikan sambutan dalam Workshop Sistem Manajemen Keselamatan Bagi Perusahaan Angkutan Barang.

(Suara Gratia)Cirebon – Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) merupakan persyaratan perundangan yang wajib dipenuhi oleh semua perusahaan jasa angkutan umum. Penerapan SMK diharapan dapat menekan angka kecelakaan, mengurangi beban biaya transportasi, dan memperpanjang usia sarana jalan. Hal ini terungkap dalam Workshop “Sistem Manajemen Keselamatan Bagi Perusahaan Angkutan Barang”, diadakan oleh Kementerian Perhubungan di sebuah hotel di Jl. Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, Selasa (30/19).

Menurut, Direktur Keselamatan Transportasi Darat, Gede Pasek Suardika mengungkapkan, SMK merupakan upaya pemerintah yang wajib disusun, dibuat, dan disempurnakan oleh perusahaan-perusahaan angkutan, karena akan meningkatkan efisiensi penyelenggara angkutan barang.

“Justru ini akan meningkatkan efisiensi beban biaya angkutan barang, karena biaya angkutan barang kita belum efisien yaitu 30%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan Jepang yang hanya 8-9%,” terangnya.

Ia berharap dengan penerapan SMK beban biaya transportasi barang dapat ditekan hingga mencapai 15%.

“Paling tidak kita harus mencapai 15%. Karena akan meningkatkan daya saing industri nasional. Jika biaya angkutannya murah maka harga barang menjadi kompetitif di masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari data yang dimilikinya angkutan barang jalur darat sekitar 5 juta armada sementara angkutan bus sekitar 2 juta armada. Angkutan barang ini mengangkut berbagai jenis komoditas seperti hasil bumi, hasil tambang, dan lainnya.

“Angkutan barang merupakan tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.

Ia menekankan, seluruh perusahaan angkutan umum dan angkutan barang harus memiliki komitmen untuk menerapkan SMK.

“Pemilik atau pengusaha angkutan umum harus siap untuk menerapkan SMK,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno mengatakan, Cirebon merupakan daerah di Jawa Barat yang menjadi jalur transportasi perlintasan angkutan barang.

“Cirebon merupakan tempat yang strategis, sehingga perusahaan-perusahaan angkutan umum diharapkan memiliki pemahaman mengenai SMK,” tuturnya.

Melalui pihak terkait, dirinya akan melakukan pengawasan dan sosialisasi mengenai SMK di Kota Cirebon, sehingga keamanan jalur transportasi barang dan orang dapat terjamin.

“Melalui workshop ini diharapkan bisa memberikan motifasi untuk meningkatkan manajemen keselamatan angkutan barang di Kota Cirebon, karena pertumbuhan transportasi barang di Cirebon cukup tinggi,” katanya.

Ano menegaskan, barang-barang komoditas yang memiliki nilai ekonomis harus diangkut menggunakan moda transportasi yang tepat, sehingga tidak merugikan pengusaha dan masyarakat.

“Batu bara misalnya, harus diangkut kereta api. Hingga kini, batu bara msaih diangkut truk, sehingga jalanan cepat rusak, selain itu keselamatan masyarakat juga terancam. Hal ini tidak akan terjadi, jika pengusaha angkutan berkomitmen menerapkan SMK,” tandasnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s