Festival Pesisiran Cirebon Menjadi Agenda Tahunan

Dari kiri ke kanan, Sultan Sepuh ke-XIV PRA Arief Natadiningrat, Dirjen Ekonomi Kreatif berbasis Seni dan Budaya, Ahman Sya, dan Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno, menabuh bedug membuka "Festival Pesisiran 2014".
Dari kiri ke kanan, Sultan Sepuh ke-XIV PRA Arief Natadiningrat, Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahman Sya, dan Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno, menabuh bedug membuka “Festival Pesisiran 2014”.

(Suara Gratia)Cirebon – Cirebon menjadi tuan rumah pagelaran “Festival Pesisiran 2014” dari tanggal 7-10 Oktober yang dipusatkan di Keraton Kasepuhan. Secara resmi kegiatan ini dibuka oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Rabu (8/10).

Festival ini menampilkan seni budaya dari 5 provinsi di Pesisir Utara Jawa yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pembukaan acaranya ini bersama-sama secara simbolis menabuh bedug yang dilakukan oleh Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahman Sya, Sultan Sepuh ke-XIV PRA Arief Natadiningrat, dan Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno, dianjutkan dengan penyerahan dayung, di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan Cirebon.

Sultan Sepuh ke-XIV mengatakan, Keraton Kasepuhan secara geografis merupakan bagian dari masyarakat pesisir Jawa. Sultan menyambut baik diadakannya Festival Pesisir 2014 di Cirebon.

Sultan berharap, kegiatan ini menjadi agenda tahunan karena menurutnya, kebudayaann dapat menjadi motivasi dan inspirasi ekonomi demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

“Festival budaya akan menempatkan kebudayaan itu sendiri menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Saya berharap, kegiatan ini menjadi agenda tahunan di Cirebon,” ujarnya, saat memberikan sambutan dihadapan ratusan tamu dan undangan di Keraton Kasepuhan.

Tidak berapa lama, dalam sambutannya Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahman Syah langsung menyetujui usulan Sultan tersebut.

“Dihadapan para tamu dan undangan, saat ini juga saya tegaskan setuju dengan Sultan. Kegiatan ini akan dijadikan agenda tetap tahunan,” katanya.

Dipilihnya Cirebon sebagai tuan rumah, menurutnya, bukan semata-mata karena memiliki hubungan pertemanan dekat dengan Sultan namun, karena Cirebon memiliki peninggalan warisan budaya yang sangat besar dan Cirebon memiliki Keraton.

“Keraton Kasepuhan Cirebon memiliki peran sebagai pengembang seni dan budaya dan highlight destinasi persinggahan kapal-kapal pesiar mancanegara” tuturnya.

Pihknya sendiri meminta dukungan kepada seniman dan budayawan agar festival pesisiran ini dapat terselenggara dengan lebih baik dan lebih sukses lagi di tahun-tahun mendatang.

“Kedepan, Festival Pesisir akan menjadi agenda tetap tahunan, saya minta dukungan dari seniman dan budayawan,” tandasnya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s