Forum Lintas Agama Cirebon Tuntut Pemerintahan Jokowi-JK Hentikan Konflik Antar Agama

Anggota DPR RI Maman Imanulhaq (kanan) dan Political Officer USA Embassy, Eric W Groff (kiri), di Cirebon.
Anggota DPR RI Maman Imanulhaq (kanan) dan Political Officer USA Embassy, Eric W Groff (kiri), di Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Forum Kerukunan Umat Beragama Cirebon menuntut Presiden RI terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, menjaga konsitusi dengan menjamin kehidupan kerukunan beragama di Indonesia. Karena selama sepuluh tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, belum dapat menyelesaikan kasus-kasus tindakan kriminal atas nama agama. Hingga saat ini kriminalisasi pelaku penodaan agama masih muncul diantaranya adalah penutupan tempat ibadah, kekerasan terhadap pemeluk agama lain, dan lainnya.

Juru bicara Forum Kerukunan Umat Beragama Cirebon yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Maman Imanulhaq berharap, kepada pemerintah yang baru sesuai dengan janji-janjinya akan menegakkan nilai-nilai konstitusi dengan menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan, aparat tidak ragu menindak kelompok-kelompok pelaku kekerasan atas nama agama.

“Kita berharap dalam lima tahun pemerintahan Jokowi-JK tidak akan ada lagi orang yang melakukan kekerasan atas nama agama, dan aparat berlandaskan nilai hukum harus menindak tegas pelaku kekerasan, pengrusakan, penganiayaan, dan penyanderaan atas nama agama,” katanya saat menghadiri Kunjungan dan Dialog “Masa Depan Toleransi dan Dialog Antar Umat Beragama Jawa Barat” di Cirebon, Rabu (15/10).

Maman khawatir jika kondisi ini dibiarkan kelompok-kelompok kekerasan akan tumbuh subur di Indonesa, karena menurutnya, kelompok kekerasan merekrut anggotanya di negara atau di daerah yang sedang terjadi konflik agama, kemiskinan, dan di daerah dengan tingkat pengangguran yang tinggi.

“Kami khawatir kalau tidak diantisipasi dengan baik, maka akan muncul kelompok-kelompok kekerasan yang memanfaatkan pengangguran dan lainnya untuk membangun kekuatan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengawal pemerintahan Jokowi-JK supaya tidak lupa akan janjinya.

“Jokowi dimana-mana mengatakan bernegara itu berkonstitusi, maka salah satu konstitusi yang harus diperjuangkan dan menjadi kebijakan dari pemerintahan Jokowi adalah tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan,” tandasnya.

Di tempat yang sama Political Officer USA Embassy, Eric W Groff mengatakan, Amerika memiliki perhatian khusus terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia. Ia meminta, kepada pemerintahan Jokowi-JK untuk merangkul seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan menjamin kehidupan beragama di Indonesia.

“Amerika mengapresiasi terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia. Karena agama merupakan senjata yang ampuh untuk menciptakan negara yang kuat, bukan dengan kekerasan,” ujarnya.

Menurutnya, Amerika banyak belajar dari Indonesia mengenai toleransi beragama, karena penduduk Amerika terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda dari seluruh dunia.

“Mengenai toleransi, Amerika banyak belajar dari Indonesia,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s