Perkenalkan Kuliner Daerah, Pemkot Cirebon Gelar “Festival Sega Lengko”

Festival Sega Lengko 2014, di Jl. Siliwangi Kota Cirebon.
Festival Sega Lengko 2014, di Jl. Siliwangi Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Jalan Siliwangi Kota Cirebon yang terletak di pusat Kota sepanjang kurang lebih 1 kilometer, sekitar 250 meternya disulap menjadi arena lomba kuliner khas Cirebon yaitu Sega Lengko. Kegiatan yang diberi naman “Festival Sega Lengko 2014” ini diadakan tepat di depan Balai Kota dan masih menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Cirebon ke-645 tahun.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Yoyoh Rokayah menerangkan, sega lengko adalah makanan segala suasana, karena dapat dinikmati kapan saja baik pagi hari saat sarapan, makan siang, maupun makan malam. Selain itu, Yoyoh menambahkan, sega lengko sangat sehat tidak mengandung lemak dan kolesterol karena terbuat dari bahan-bahan alami non hewani.

“Sega lengko adalah makanan khas Cirebon bisa disantap kapan saja,” katanya, seusai berkeliling meninjau dan menilai peserta lomba Festival Sega Lengko 2014, Sabtu 22/11.

Ia melanjutkan, Festival Sega Lengko diikuti oleh 133 kelompok setiap kelompoknya terdiri dari 5 orang, setiap tim dinilai berdasarkan rasa, tata saji, kreativitas, dan group paling heboh.

“Festival ini diikuti oleh 665 orang dari berbagai elemen masyarakat, diantaranya adalah ibu-ibu PKK, PNS, karyawan hotel, karyawan bank, Polwan dan lainnya. Intinya kegiatan ini untuk umum siapa saja boleh ikut,” katanya.

Yoyoh yang juga ketua panitia Festival Sega Lengko 2014, berharap, kegiatan ini menjadi daya tarik wisatawan dan memperkenalkan sega lengko kepada masyarakat luas sehingga lebih digemari lagi.

“Ini yang pertama kalinya kita adakan, nanti akan menjadi agenda tahunan,” ujarnya.

Sementara, salah satu peserta Eddy (37 tahun) mengatakan, membuat nasi lengko sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja, karena bahan-bahannya pun mudah didapat.

“Bikinnya gampang, tinggal lari kedapur semua bahan sudah ada disana,” tuturnya.

Eddy berharap, sega lengko dapat dikenal luas oleh masyarakat sama halnya dengan kuliner khas Cirebon lainnya yakni Empal Gentong dan Sega Jamblang. Karena menurutnya, wisatawan lokal dan mancanegara jika berkunjung ke Cirebon hanya mengenal dua makanan itu sebagai kuliner khas Cirebon.

“Di hotel saja kalau ada tamu ditawarkan sega lengko mereka malah balik nanya, sega lengko itu apa?, karena tamu kan tahunya hanya Empal Gentong dan Sega Jamblang saja. Tapi setelah mencoba mereka tertarik,” kata karyawan salah satu hotel di Jl. Wahidin Kota Cirebon ini.

Peserta lainnya, Linda (38 tahun) berharap, generasi muda sekarang mencintai kuliner khas daerah, karena menurutnya, kuliner khas daerah selain harganya murah juga menyehatkan.

“Anak-anak muda zaman sekarang jangan hanya suka makanan cepat saji saja, mereka harus mencintai makanan khas Cirebon, karena makanan cepat saji itu kan mengandung banyak kolesterol, malah ada yang pake bahan pengawet,” terangnya.

Sega lengko sendiri, adalah makanan khas Cirebon yang terbuat dari nasi putih dicampur beberapa lauk dan sayuran seperti, irisan tempe dan tahu goreng, kecambah yang sudah direbus, irisan mentimun, daun kucai, bawang goreng, sambal kacang, dan kecap manis. Makanan khas murah meriah ini dijual hampir di setiap sudut Kota, tidak sulit untuk menemukan makanan ini di Cirebon.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s