Keraton Cirebon Ditetapkan Menjadi Objek Vital

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Dani Kustoni.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Dani Kustoni.

(Suara Gratia)Cirebon – Empat keraton di Kota Cirebon yakni Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebon dan Kaprabonan, akhirnya ditetapkan menjadi objek vital. Dengan penetapan tersebut, kepolisian akan menempatkan personelnya untuk melakukan pengamanan.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni mengungkapkan, penilaian sebagai objek vital dilakukan berdasarkan sejumlah penilaian isntitusi kepolisian.

“Pertimbangannya adalah keraton merupakan situs sekaligus aset bukan hanya kesultanan tetapi juga negara dan masyarakat Kota Cirebon, sehingga harus dijaga dan diamankan kelestariannya,” katanya Selasa (25/11/2014).

Dani melanjutkan, dengan ditetapkannya keraton menjadi objek vital, pihaknya akan menemaptkan anggotanya untuk pengamanan dan patroli.

“Untuk pengamanan yang melekat setiap hari ada 2 personel, patroli 2 personel. Sedangkan kalau ada kegiatan atau acara minimal 10 personel. Bahkan untuk acara tertentu yang skalanya besar, kita all out pengamanannya,” ujarnya..

Sementara, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, menyambut positif masuknya 4 keraton menjadi objek vital. Namun, Sultan berharap penetapan dari kepolisian diimbangi dengan perhatian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Menurutnya, status objek vital dari kepolisian merupakan sebuah bukti kepedulian untuk menjaga aset budaya dan kearifan lokal daerah.

“Masyarakat dan keraton tidak dapat dipisahkan, karena keduanya saling berintegrasi sehingga terciptalah budaya dan kearifan lokal,” katanya.

Menurutnya, penetapan status sebagai objek vital sangat penting untukk keraton, namun perhatian pemerintah pun diharapkannya tidak menyurut.

“Sampai saat ini perhatian pemerintah dari pusat, provinsi sampai daerah terhadap bidang budaya masih rendah. Sebagai bukti, alokasi anggaran untuk kebudayaan selalu paling sedikit,” katanya.

Juru bicara Keraton Kanoman Ratu Raja Arimbi Nurtina mengaku belum mendengar kabar tersebut. Karena dirinya tengah berada dilura lingkungan keraton.

“Sejauh ini saya belum menerima kabar atau sekedar tembusan info soal itu,” katanya.

Meski belum mendengar kabar soal penetapan sebagai objek vital, Arimbi menyambut positif.

“Saya atas nama Keraton Kanoman menyambut positif status ini,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s