Pelabuhan Cirebon Disterilisasi

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Cirebon.
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Pelabuhan Cirebon mulai hari ini (Rabu, 03/12) disterilisasi dari orang, barang, atau pun kendaraan yang tidak berkepentingan. Sterilisasi ini melibatkan aparat gabugan yang terdiri dari 30 personel TNI Angkatan Darat, 30 personel TNI Angkatan Laut, 30 personel polisi, dan puluhan personel pengamanan internal Pelabuhan.

Setrilisasi atau proses pembersihan area Pelabuhan Cirebon ini, tiga hari sebelunya sudah disosialisasikan kepada seluruh petugas Pelindo II Cirebon, seluruh karyawan pengusaha pelabuhan, pengunjung pelabuhan, pedagang, dan aparat keamanan.

“Sosialisasi sterilisasi pelabuhan sudah berlangsung sejak April 2014 lalu, dengan cara memasang tanda maupun plang yang bertuliskan “Yang tidak berkepentingan dilarang memasuki area Pelabuhan”. Tiga hari yang lalu, kami melakukan sosialisasi lagi sebelum pelabuhan ini steril dari orang-orang yang tidak berkepentingan,” kata Manager Operasional PT. Pelindo II (Persero) Cirebon, Yossianis Marciano.

Ia menjelaskan, kendaraan, orang, barang atau apapun yang keluar masuk Pelabuhan harus memiliki dokumen dan kepentingan yang jelas, karena area pelabuhan merupakan objek vital yang dilindungi oleh undang undang.

“Siapapun, baik orang maupun barang yang memasuki area pelabuhan harus memiliki kepentingan yang jelas disertai dengan surat-surat legal,” tandasnya.

Yossi melanjutkan, sterilisasi pelabuhan merupakan implementasi dari peraturan internasional yakni International Ship Security and Port Facility Code (ISPS Code) atau kode internasional untuk pengamanan kapal dan fasilitas pelabuhan.

“Jika kita melanggar ISPS Code, maka seluruh kapal Indonesia akan ditolak bersandar di pelabuhan internasional, dan kapal internasional pun tidak akan memasuki Pelabuhan di Indonesia,” terangnya.

Namun, area pelabuhan tidak tertutup untuk tujuan wisata, karena kunjungan wisata ke pelabuhan menunjukkan peningkatan yaitu 50 orang per hari dari sebelumnya 30 orang per hari.

“Kita terbuka untuk tujuan wisata, tetapi harus disertai surat pengantar dari pihak yang berkepentingan. Awal tahun hingga pertengahan tahun jumlah kunjungan wisata ke pelabuhan sebanyak 30 orang per hari, hingga Nopember 2014 ini mencapai 40 orang per hari,” tuturnya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s