Pengusaha Angkutan Laut Abaikan Keselamatan Penumpang

Latihan SAR di Pelabuhan Kejawanan Cirebon.
Latihan SAR di Pelabuhan Kejawanan Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Kecelakaan transportasi laut masih sering terjadi, hal ini disebabkan oleh minimnya kesadaran pengusaha angkutan laut akan keselamatan penumpang. Pengusaha angkutan laut disinyalir hanya memeintngkan keuntungan daripada keselamatan penumpang, hal ini dapat terlihat dari kapal laut yang sering mengangkut penumpang melebihi daya muat kapal.

Hal ini diungkapkan Direktur Bina Searc And Resque (SAR) Nasional, Brigjen TNI (MAR) Suprayogi, saat menghadiri Latihan SAR di Pelabuhan Kejawanan Cirebon, Rabu (03/12).

Suprayogi mengatakan kelebihan penumpang dan cuaca menjadi penyebab kecelakaan laut tertinggi, selain itu perlengkapan keselamatan di dalam kapal pun sangat minim.

“Pemilik kapal terkadang mengankut penumpang melebihi kapasitsa kapal, dan peralatan keselamatannya pun tidak lengkap. Jika terjadi kecelakaan kapal akhirnya korban rebutan alat keselamatan. Akhirnya sisa penumpang yang tidak kebagian menjadi korban tak selamat,” terangnya.

Suprayogi melanjutkan, pihaknya mengalami kesulitan dalam operasi penyelamatan korban kecelakaan di laut, karena masyarakat terlambat memberikan informasi adanya kecelakaan masyarakat juga biasanya terlambat memberikan informasi terkait adanya kecelakaan terutama laut.

Pelatihan sendiri dilakukan untuk memberikan keterampilan agar sejumlah lembaga memiliki personil yang mampu memiliki kemampuan SAR.

“Kegiatan ini melibatkan beberapa lembaga antara lain nelayan, relawan SAR dan lembaga lainnya dari Cirebon, Indramayu serta Karawang. Mereka menjadi kekuatan kita untuk menjadi relawan sehingga ketika ada bencana langsung dapat diterjunkan,” katanya.

Selain itu, pihaknya menyoroti kurangnya jumlah personil dan peralatan di Basarnas. Mereka berharap mendapat tambahan personil dan kekuatan peralatan.

“Saat ini kami di Jawa Barat hanya ada  59 personil padahal minimalnya kami membutuhkan 100 personil. Selain itu tentu peralatan kami masih kurang. Walaupun demikian kami tetap memberikan pelayanan yang maksimal terutama bila ada bencana,” tandasnya.

Ia menambahkan pelatihan akan dilakukan selama tiga hari (02 – 04 Desember 2014) dengan melibatkan peralatan tertentu seperti helikopter dan perahu cepat. (Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s