Warga Pesisir Serbu Pelabuhan Cirebon

Ratusan warga pesisir mendatangi Pelabuhan Cirebon.
Ratusan warga pesisir mendatangi Pelabuhan Cirebon.

Suara Gratia)Cirebon – Ratusan warga Pesisir Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, ramai-ramai menggeruduk kantor Pelindo II (Persero). Mereka menuntut, dana mompensasi debu dikelola secara transparan dan menolak sterilisasi pelabuhan, pihak Pelindo II diminta memberikan kelonggaran bagi warga pesisir untuk beraktivitas keluar masuk pelabuhan.

Pesisir merupakan daerah terdekat dengan pelabuhan dan paling terdampak atas aktivitas bongkar muat batu bara. Warga Pesisir selama ini menerima dana kompensasi dari dua perusahaan batu bara sebesar  Rp 7 juta per bulan yang hanya diberikan di RW 10 dan RW 01, sementara kini ada 10 perusahaan bongkar muat batu bara.

Selain itu, warga pesisir menolak pemberlakuan sterilisasi area pelabuhan karena banyak warga sekitar yang mencari nafkah di dalam pelabuhan, diantaranya adalah menjadi pedagang dan pengumpul sisa bongkaran batu bara.

Untuk menyampaikan aspirasinya tersebut, warga memaksa masuk ke dalam pelabuhan, namun usaha warga sia-sia karena seluruh akses masuk Pelabuhan Cirebon dijaga ketat aparat keamanan. Setelah 30 menit terjadi adu mulut antara warga dan pihak keamanan, akhirnya sebanyak 15 perwakilan warga diterima dan ditemui oleh manajemen Pelindo II.

“Kami minta Pelindo dan pengusaha di pelabuhan, memberikan kelonggaran bagi warga pesisir untuk keluar masuk pelabuhan. Kami juga meminta kepada Pelindo transparan dalam pemberian dana kompensasi debu kepada warga,” kata Karsidin, sesepuh sekaligus perwakilan warga Pesisir RW 10 Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk, saat diterima oleh Manajemen Pelindo II, Kamis (04/12).

Menurut Karsidin, warga pesisir mendukung program pemerintah mengembangkan Pelabuhan Cirebon yang diawali dengan sterilisasi, namun ia meminta Pelindo II juga memperhatikan nasib warga sekitar. Menurutnya, selama ini program sterilisasi minim sosialisasi.

“Kami mendukung program pemerintah, tapi tolong nasib rakyat kecil harus diperhatikan,” tandasnya.

Sementara, Manager Operasioanl PT Pelindo II (Persero) Cirebon, Yossianis Marciano mengatakan, pihak manajemen pelindo dan para pengusaha di pelabuhan telah membuat kesepakatan untuk memberdayakan warga sekitar.

“Berdasarkan kesepakatan bersama antara Pelindo II dan pengusaha di pelabuhan, kami akan merekrut sebanyak 33 orang warga pesisir untuk tenaga pengamanan dan 15 orang untuk tenaga kebersihan. Proses perekrutan sudah berjalan di bulan Desember, Januari 2015 mereka sudah bisa bekerja,” tuturnya.

Pihaknya tetap akan melaksanakan sterilisasi pelabuhan karena Pelabuhan Cirebon termasuk pelabuhan berstandar internasional sehingga aturan yang berlaku didalamnya pun harus aturan-aturan  berstandar internasional.

“Kita menerapkan peraturan internasional, sehingga pelabuhan ini harus steril dari orang, kendaraan, ataupun barang yang tidak berkepentingan,” terangnya.

Ia menambahkan, kedepan Pelabuhan Cirebon akan dikembangkan dengan cara reklamasi laut seluas 150 hektar, jika proses sterilisasi ini lancar maka pembangunannya akan dimulai pertengahan tahun 2015 mendatang.

“Pelabuhan Cirebon akan dikembangkan, kita tidak akan mematikan penghidupan warga. Pengembangan pelabuhan, secara langsung akan berdampak positif kepada warga sekitar pelabuhan dan warga lainnya,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s