Nelayan di Jawa Barat Dapat Asuransi

Wakapolda Jabar, Brigjend M Taufik (Kiri) dan Direktur Polair Polda Jabar Kombes Anang S Hidayatullah (kanan).
Wakapolda Jabar, Brigjend M Taufik (Kiri) dan Direktur Polair Polda Jabar Kombes Anang S Hidayatullah (kanan).

(Suara Gratia)Cirebon – Polisi Air dan Udara Kepolisian Daerah Jawa Barat bekerjasama dengan sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR), memberikan proteksi asuransi bagi 2 ribu nelayan di Jawa Barat. Asuransi ini mencakup perlindungan kesehatan dan kematian.

Wakapolda Jabar Brigjen M Taufik menyatakan, 2 ribu orang nelayan di Jawa Barat akan diproteksi keselamatan dan kesehatan kerjanya dengan asuransi, namun asuransi ini tidak termasuk anak dan istri para nelayan.

“Kami bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan melalui CSR, memberikan asuransi untuk nelayan, sementara tahun ini baru 2 ribu orang,” katanya, seusai menghadiri syukuran HUT Ke-64 Polairud Polda Jabar di Pelabuhan Cirebon, Senin (8/12).

Menurut Taufik, nelayan sangat membutuhkan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, hal ini didapat pihaknya setelah melakukan serangkaian audiensi dengan nelayan yang melibatkan Polisi Masyarakat (Polmas) Perairan.

“Kami sudah menggali informasi di tengah masyarakat pesisir dan nelayan, apa yang sangat mereka butuhkan berkaitan dengan jaminan keselamatan dan keamanan para nelayan,” tuturnya.

Sementara, pada kesempatan yang sama Direktur Polair Polda Jabar Kombes, Anang Syarif Hidayatullah menerangkan, nelayan di Cirebon terbagi atas dua wiayah yaitu Kota dan Kabupaten, untuk Kota Cirebon terdapat 4 ribu nelayan sementara di Kabupaten terdapat 8 ribu nelayan. Secara bertahap pihaknya akan memproteksi seluruh nelayan di Jawa Barat dengan asuransi yang telah dimulai sejak tahun 2014.

Anang mejelaskan, besaran klaim asuransi untuk nelayan yang meninggal dunia sebesar Rp 10 juta, luka berat permanen sebesar Rp 10 juta, kecelakaan luka ringan sebesar Rp 1 juta. Setiap nelayan diawjibkan membayar premi sebesar Rp 150 ribu per tahun.

“Nelayan yang ingin mendapatkan asuransi harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya adalah, nelayan yang kooperatif dan tidak melanggar peraturan,” bebernya.

Anang melanjutkan, untuk menentukan siapa saja nelayan yang berhak mendapatkan asuransi, pihaknya akan berkoordinasi dengan kuwu dan kelompk nelayan setempat.

“Nanti Kuwu dan kelompok nelayan setempat yang menentukan,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s