Penggorek Batu Bara Blokir Pelabuhan Cirebon

Ratusan warga pesisir mendatangi Pelabuhan Cirebon.
Ilustrasi. Warga Pesisir demonstrasi di Pelabuhan Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Puluhan warga Pesisir dan sekitarnya yang berprofesi sebagai pengumpul sisa-sisa bongkar muat batu bara atau grandong, memblokir Pelabuhan Cirebon, Kamis (11/12).

Mereka menuntut diperbolehkan kembali mengumpulkan sisa batu bara di area pelabuhan, pasalnya sejak sterilisasi sebagai implementasi peraturan internasional, Pelabuhan Cirebon tidak boleh lagi dimasuki orang, barang, ataupun kendaraan yang tidak berkepentingan, sehingga para grandong pun kini tidak bisa memasuki Pelabuhan.
Sedikitnya 15 warga mendatangi pintu 1 pelabuhan dan 40-an orang lainnya memblokir pintu 3 sejak pukul 13.00 WIB. Akibatnya puluhan puluhan truk tidak bisa keluar masuk area Pelabuhan Cirebon.
Hingga pukul 21.00 WIB puluhan warga tersebut tetap bertahan.
Salah satu perwakilan warga Pesisir Kelurahan Panjunan Kota Crebon, Karsudin, mengatakan, warga penggorek batu bara akan tetap bertahan hingga kembali diizinkan memasuki lingkungan Pelabuhan.
“Kami minta supaya Pelindo mengizinkan kami bisa mengumpulkan sisa bongkaran batu bara lagi di Pelabuhan,” tandasnya.
Menurut Karsudin, mencari sisa-sisa bongkaran batu bara merupakan aktivitas sampingan warga yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan.
“Sekarang angin kencang sedang bertiup. Sementara tidak melaut, kami mencari batu bara, tapi sekarang sudah tidak boleh lagi,” katanya.
Manajer Operasional PT Pelindo II Cirebon, Yossianus Marciano, sterilisasi area pelabuhan sudah disosialisasikan sejak April 2014 lalu kepada seluruh karyawan dan orang-orang yang beraktivitas di dalam Pelabuhan termasuk para grandong.
“Sterilisasi harus tetap berjalan, para grandong akan direkrut menjadi pekerja kami,” ungkapnya, Kamis (11/12).
Yossi mengaku, aksi blokir warga yang dilakukan sejak siang hingga malam ini, mengakibatkan puluhan truk tidak bisa masuk maupun keluar area Pelabuhan.
“Pengusaha banyak yang komplain, termasuk pengusaha batu bara,” katanya.
Sementara itu Kapolres Cirebon Kota, AKBP Dani Kustoni, menyatakan, pihaknya hanya mengamankan aksi demo di Pelabuhan Cirebon, karena tidak memiliki kewenangan membubarkan demonstrasi tersebut.
“Kami hanya mencegah supaya tidak masuk pelabuhan,” ujarnya.
Menurut Dani, semua pihak yang berkepentingan harus duduk bersama menyelesaikan masalah di pelabuhan Cirebon.
“Untuk memecahkan persoalan tersebut, Pemerintah Kota dan DPRD harus turun tangan,” katanya. (Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s