Daop III Cirebon Operasikan Jalur Ganda Larangan – Ciledug

KA Pertama yang melintasi jalur baru adalah KA 172 Kutojaya Utara berpapasan dengan KA Barang 2729 di Stasiun Ciledug.
KA 172 Kutojaya Utara (kiri) melintasi rel baru di Stasiun Ciledug berpapasan dengan KA Barang 2729 (kanan).

(Suara Gratia)Cirebon – Selasa tanggal 16 Desember 2014 PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi III Cirebon secara resmi mengoperasikan jalur ganda/double track, ruas Larangan – Ciledug sepanjang 25 km. Pembangunan jalur ganda lintas selatan tersebut ditandai dengan pengerjaan pemindahan wesel dari rel lama (jalur tunggal) ke rel baru (jalur ganda).

Pengoperasian jalur ganda ruas Larangan – Ciledug, merupakan pembangunan tahap ke II di wilayah Daop 3 Cirebon, yang mana pertama sudah dioperasikan jalur ganda ruas Prupuk – Larangan sepanjang 18 km pada tanggal 28 Mei 2014 lalu.

Manager Corporate Communication Daop III Cirebon, Gatut Sutiyatmoko mengatakan, pemerintah saat ini tengah gencar melakukan pembangunan jalur ganda pada moda transportasi Kereta Api, karena dinilai dapat mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan penumpang maupunbarang.

“Pembangunan jalur ganda lintas selatan saat kini sedang dikebut oleh pemerintah karena keberadaan jalur tersebut memberikan dampak yang sangat besar terhadap transportasi massal berbasis KA,” tuturnya, saat ditemui di Stasiun Besar Cirebon, Rabu (17/12).

Gatut melanjutkan, jalur ganda lintas selatan ini melalui Cirebon-Prupuk-Purwokerto-Kroya-Kutoarjo-Yogyakarta-Solo-Madiun-Surabaya, sepanjang kurang lebih 800 km. Percepatan pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa ini sebagai pendukung kegiatan transportasi massal penumpang dan barang yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2016.

Menurutnya, dengan dioperasikannya jalur ganda selatan ruas Ciledug – Larangan akan semakin memperpendek waktu tempuh sekitar 30 menit, khususnya bagi perjalanan KA ekonomi dan KA barang.

“Setiap harinya ada sebanyak 54 KA yang melintas jalur tersebut. Nantinya volume perjalanan KA pasti akan bertambah. Saat ini lintas Larangan- Ciledug sudah ada dua jalur (double track), KA-KA yang melintas  tidak harus menunggu di stasiun ketika harus berpapasan atau bersilang,” kata Gatut.

Pihaknya menargetkan, kedepan pembangunan jalur ganda lintas selatan berikutnya adalah ruas Ciledug – Cirebon Prujakan sejauh 32 km.

“Pengerjaannya sudah mencapai fisik pekerjaan 90%, sisanya 10% berupa pekerjaan pemasangan wesel dan penyambungan jalur,” ungkapnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s