Penghapusan Tiket Murah Ancam Kunjungan Wisatawan ke Cirebon

Sultan Sepuh ke-XIV Keraton Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat.
Sultan Sepuh ke-XIV Keraton Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat.

(Suara Gratia)Cirebon – Pasca peristiwa jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata Kalimantan Tengah, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melakukan berbagai macam kebijakan, salah satunya adalah penghapusan tiket murah.

Namun, rencana pemerintah tersebut menuai pro dan kontra baik di kalangan pelaku bisnis transportasi maupun pariwisata. Sultan Sepuh ke-XIV Keraton Kasepuhan, PRA Arief Natadiningrat pun angkat bicara mengenai persoalan tersebut.

Menurutnya, rencana Kementerian Perhubungan menghapus tarif tiket murah adalah kebijaksaaan yang emosional dan asal-asalan karena tidak ada jaminan keamanan walaupun tarif dinaikkan tiga kali lipat.

“Keamanan penerbangan adalah standar yang harus dipenuhi oleh setiap maskapai yang  memberlakukan tarif mahal maupun murah. Keamanan penerbangan selama 10 tahun ini relatif baik walaupun tarif murah,” katanya ditemui di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jumat (09/01).

Sultan menambahkan, di Eropa dan Amerika juga menerapkan tarif murah untuk penerbangannya tanpa mengurangi keamanan, justru katanya lagi, yang lemah adalah sistem perizinan dan pengawasan oleh Kemenhub.

“Yang harus diberantas adalah oknum-oknum pejabat Kemenhub yang kongkalikong dengan maskapai penerbangan. Tarif mahal dan murah adalah letaknya pada pelayanan penumpang ini lazim diterapkan oleh semua maskapai penerbangan di dunia,” tandasnya.

Sultan melanjutkan, tarif murah ini bermanfaat terhadap persatuan dan kesatuan bangsa karena dengan tarif murah, masyarakat dapat menjangkau kepulauan-kepulauan yang ada di seluruh Indonesia.

“Tarif murah ini juga menggerakkan pariwisata nasional yang saling mengunjungi antar daerah. Tarif murah mendukung ketahanan budaya dan ekonomi nasional,” katanya.

Sultan Arief meminta, Presiden harus segera turun tangan menghentikan rencana Menteri Perhubungan, tarif murah masih diperlukan oleh bangsa Indonesia karena belum siapnya sarana transportasi laut yang baik, murah, dan cepat. Justru pemerintah akan menyulitkan masyarakat dan menguntungkan maskapai penerbangan.

“Presiden harus secepatnya turun tangan. Indonesia luasnya sama dengan benua Eropa dan Australia perlu sarana transportasi murah dan cepat.

Ketika disinggung pengaruh rencana penghapusan tiket murah ini terhadap pariwisata di Cirebon, Sultan Arief mengatakan, jelas hal ini akan menurunkan tingkat kunjungan wisata ke Cirebon.

“Pintu gerbang Jawa Barat dengan pesawat yaitu Cengkareng dan Bandung, secara langsung ke Cirebon tidak ada. Tetapi dengan naiknya tarif pesawat tentu akan menurunkan jumlah penumpang pesawat. Kunjungan dari luar Jawa ke Cirebon jelas akan turun secara signifikan,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s