Cirebon Bergerak, Bersihkan Balai Kota dan Gedung Dewan

Aksii bebersih di depan Balai Kota Cirebon Jl Siliwangi.
Aksi bebersih di depan Balai Kota Cirebon Jl Siliwangi.

(Suara Gratia)Cirebon – Sedikitnya 150-an remaja yang tergabung dalam Komunitas Cirebon Bergerak, melakukan kegiatan bersih-bersih dengan memunguti sampah di sepanjang Jalan Siliwangi.

Selain itu, komunitas ini juga membersihkan gedung pemerintahan yaitu area Gedung Balai Kota Cirebon dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), serta Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon, Minggu (11/1).

Koordinator Komunitas Cirebon Bergerak sekaligus Ketua Sanggar Lingkungan Hidup, Cecep mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini melibatkan sejumlah Komunitas yang didominasi kaum remaja. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00-11.00 WIB ini juga berhasil mengumpulkan 12 kantong sampah ukuran besar.

“Kami dari komunitas Cirebon Go Green, Komunitas Hantu Gunung, Komunitas Cirebon Berkebun, Komunitas Pecinta Hewan dan pelajar yang tergabung dalam ‘Cirebon Bergerak’, membersihkan area Balai Kota, Gedung DPRD, Jl.Siiwangi dan Alun-alun Kejaksan,” ujarnya, Minggu (11/1).

Ia menjelaskan, kegiatan yang bertajuk “Aksi Bebersih” ini memunguti sampah dalam bentuk apapun seperti sampah plastik, botol minuman, kertas, dan lainnya. Tidak hanya itu, disekitar Balai Kota juga ditanami 7 pohon Albasia.

“Kami ingin kaum remaja Cirebon memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan berbuat sesuatu secara berkelanjutan. Penanaman pohon ini hanya simbolis, untuk mengingatkan kepada pemerintah dan masyarakat akan pentingnya penghijauan,” terangnya.

Cecep menambahkan, setelah sampah terkumpul seluruh peserta diberi pembinaan mengenai pengelolaan sampah plastik.

“Sampah jenis plastik ini tidak mudah terurai, jadi kami memberikan pembinaan kepada peserta. Kami berharap, mereka akan meneruskan informasi ini kepada teman-teman lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, Gedung Balai Kota dan DPRD merupakan tempat yang tepat untuk mengkampanyekan lingkungan.

“Pemerintah juga memiliki tanggungjawab yang sama terhadap lingkungan,” katanya.

Sementara, salah satu peserta dari Komunitas Hantu Gunung, Panji berharap, kegiatan ini tidak hanya diadakan pada momen-momen tertentu saja tapi berkelanjutan.

“Masih banyak tempat lainnya di Cirebon yang harus dibersihkan. Tidak cukup hanya kali ini saja,” tuturnya.

Ia berharap, masyarakat pada umumnya dan kaum muda khususnya, memiliki kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan dapat memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang dapat dijual.

“Masalah sampah adalah masalah bersama. Lebih baik lagi, sampah-sampah itu dapat dijadikan karya seni yang bisa dijual,” katanya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s