Pemerintahan Kota Cirebon Kembali Normal

Nasrudin Azis melantik pejabat eselon III dan IV Pemkot Cirebon.
Nasrudin Azis melantik pejabat eselon III dan IV di lingkubgan Pemkot Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Sebanyak 227 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon akhirnya dilantik, di gedung Pusat Pendidikan dan Latihan Pegawai Negeri (Pusdiklatpri), Jumat (6/2).
Pelantikan tersebut dengan sendirinya mengakhiri krisis pemerintahan di Kota Cirebon, selama lebih dari 2 bulan ini.
Krisis pemerintahan terjadi akibat kekosongan posisi pejabat eselon III dan IV, menyusul vakumnya kepala daerah, setelah Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno sakit lebih dari 2 bulan.
Pelantikan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis yang menerima pelimpahan wewenang penuh dari Wali Kota Cirebon, berdasarkan Surat Keputusan nomor 131/509/Pem.Um, yang dikeluarkan Gubernur Jabar, Senin (2/2) lalu.
Menurus Azis, mutasi sekarang merupakan amanat Perda No 7, 8 dan 9 tahun 2014 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja, yang seharusnya diberlakukan sejak awal Januari.
Azis menjamin, PNS yang dilantik tidak ada yang kariernya melompat. Semua didasarkan aturan yang berlaku.
“Bahkan ini melalui seleksi yang ketat, karena antara jumlah kebutuhan dengan PNS yang memenuhi syarat, lebih banyak jumlah PNS yang memenuhi syarat,” katanya.
Azis mengaku, kondisi tersebut menjadi beban moral yang luar biasa baginya.
“Namun kami kan punya aturan yang menjadi dasar pertimbangan,” jelasnya.
Menurutya, mutasi kali ini merupakan yang keempat selama pemerintah dibawah kepemimpinan Ano Sutrisno-Nasrudin Azis, yang dilantik April 2013 lalu.
Ia mengatakan, setelah pelantikan ini, roda pemerintahan yang sempat terhenti, bisa kembali normal, semua kegiatan rutin bisa langsung dilaksanakan. Segala biaya dan tunggakan, bisa segera dilunasi.
“Kami minta pimpinan SKPD untuk segera memproses percepatan penyerapan anggaran, karena sudah terlambat lebih dari satu bulan,” paparnya.
Kepada pejabat yang dilantik, Azis menekankan pentingnya memahami tugas pokok dan fungsi, agar bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya.
“Selain itu faktor disiplin juga penting, bukan hanya kelancaran dan kesuksesan tugas, tetapi juga untuk keteladanan,” katanya.
Kepada puluhan wartawan media cetak dan elektronik, Azis meminta tetap dikritisi dan dikawal. Sehingga kalau ada kebijakan pemerintah kota yang menyimpang bisa langsung diingatkan untuk kembali kepada jalurnya.
“Sebagai manusia biasa, kami pasti akan ada kesalahan. Tapi Insya Allah bukan kesengajaan. Makanya kami berharap untuk selalu diingatkan, agar selalu on the track,” tukasnya.
Satu hal yang Azis harapkan dari media yakni apa pun pemberitaan, baik pemerintahan maupun pribadi, agar dikonfirmasi dahulu, sehingga pemberitaan berimbang.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s