Ano Sutrisno Terserang Sepsis

Prosesi pemakaman jenazah Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno.
Prosesi pemakaman jenazah Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno.

(Suara Gratia)Cirebon – Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno Ano Sutrisno hari ini (Jumat 20/2) dimakamkan di komplek Pemakaman Kemlaten Kota Cirebon. Jenazah disholatkan di Masjid Raya At-Taqwa, tepat setelah Sholat Jumat seluruh keluarga, unsur Muspida Kota Cirebon, juga masyarakat megantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Sebelumnya, jenazah disemayamkan di Rumah Dinas Wali Kota di Jalan Siliwangi (Kamis 19/2).

Almarhum meninggalkan istri (Haj. Erni Astuti) dua orang anak dan seorang menantu yakni Dr. Wildan Arismunandar, Dr. Tiara Widiastuti, dan Drg. Aryaka Niastia Prihandana ( menantu).

Kabag Humas Pemerintah Kota Cirebon Maruf Nuryasa menyatakan, turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya dan semoga dosa-dosa almarhum diampuni.

“Atas nama pemerintah Kota Cirebon saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, dan kepada masyarakat atau siapapun, jika almarhum memiliki kesalahan mohon dimaafkan. Semoga amal ibadahnya di terima di sisiNya,” katanya, Jumat (20/2).

Sementara, menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Cirebon, Dr. Edial Sanif, SpJP sekaligus dokter yang merawat Ano Sutrisno di RS Siloam Tangerang. Selama yang ia tahu almarhum tidak pernah mengeluh sakit, namun tiga bulan belakangan Ano pernah berkonsultasi kepadanya terkait sakit di kepalanya. Bahkan menurutnya, setiap minggu almarhum masih aktif berolahraga dengannya.

“Tiga bulan belakangan Pak.Ano pernah mengeluh di bagian kepalanya. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI), terdapat tiga pengapuran di tiga lokasi di otaknya,” katanya, seusai menghadiri pemakaman almarhum.

Dr. Edial melanjutkan, setelah didiagnosa menggunaan MRI dan diketahui terdapat pengapuran, namun masih sulit menentukan apa penyebab pengapuran tersebut, oleh karenanya ia tidak bisa mengungkapkan kondisi kesehatan Ano Sutrisno.

“Kita sulit mencari penyebabnya,” tuturnya.

Setelah itu, katanya, kondisi kesehatan almarhum kian menurun, maka dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan Biopsi.

“Dari pemeriksaan Biopsi ditemukan adanya giant cell lipoma atau tumor otak,” terangnya.

Ia melanjutkan, pihak keluarga memutuskan melakukan perawatan dengan metode penyinaran karena dengan metode tersebut diyakini 70 persen pasien bisa sembuh. Dengan metode ini, dibutuhkan tiga puluh kali penyinaran, namun baru enam kali penyinaran kondisi kesehatan Ano semakin melemah, kondisi ini diperparah dengan terjadinya sepsis yaitu infeksi berat yang menyerang seluruh organ tubuh, dan akhirnya beliau tidak tertolong.

“Baru enam kali penyinaran kondisi kesehatan beliau menurun drastis seperti, trombosit menurun, leukositnnya menurun, hinnga sulit bernapas, dan akhirnya beliau tidak bisa tertolong,” ujarnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s