DPR akan Meningkatkan Pelayanan Ibadah Haji

Anggota DPR RI Komisi 8 dari Fraksi PKB, Maman Imanulhaq.
Anggota DPR RI Komisi 8 dari Fraksi PKB, Maman Imanulhaq.

(Suara Gratia)Cirebon – Tata kelola penyelenggaraan ibadah haji di tanah air dinilai masih lemah, hal ini dapat dilihat dari pengelolaan keuangan haji yang belum efektif, efisien transparan dan akuntabel. Selain itu masih ada lagi sejumlah permasalahan lainnya yakni mulai dari kegiatan di tanah air, sejak pendaftaran di wilayah masing-masing, menjelang keberangkatan di embarkasi, hingga fase kembalinya jamaah ke tanah air.
Hal ini terungkap dalam reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi 8 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Maman Imanulhaq di Cirebon, Sabtu (21/2).
Maman mengatakan, fraksinya akan memperjuangkan peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji di indonesia.
Peningkatan kualitas ibadah haji ini, lanjutnya, adalah dengan menekan ongkos haji serendah mungkin, memprioritaskan pemberangkatan haji jemaah usia lanjut, dan sebelum berangkat jamaah diberi pembekalan kapabilitas ibadah haji.
“Ongkos haji bisa ditekan dengan membeli bahan bakar pesawat ke Pertamina. Karena, 100 persen biaya haji 50 persennya biaya transportasi dari 50 persen biaya transportasi 40 persennya itu biaya pembelian bahan bakar pesawat. Artinya, jika kita bisa menghemat pengeluaran aftur maka kita bisa menekan ongkos haji,” katanya.
Menurut Maman, jemaah haji saat ini seperti sapi perah, karena mereka dibebani dengan biaya tinggi serta biaya-biaya tambahan yang tidak jelas dan ditempatkan di tempat yang tidak sesuai dengan apa yang mereka bayarkan.
“Makannya kita akan tinjau ulang kualitas pelayanan haji mulai dari pemberian makanan, penginapan, dan transportasi,” imbuhnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak segan-segan menindak agen pemberangkatan jamaah haji yang nakal.
Ia menjelaskan, agen yang nakal adalah agen yang membebani biaya yang tinggi dan membebani jamaah haji dengan biaya tambahan tidak jelas, serta membohongi jamah haji dengan memanipulasi jadwal pemberangkatan.
“Kita akan mengawasi agen-agen yang nakal, pokoknya jangan coba-coba membohongi jamaah haji, misalnya ia harusnya berangkat tahun ini tapi berangkatnya jadi tahun 2019, apalagi sampai memeras jamaah haji. Kita akan dorong Kementerian Agama untuk menutup agen pemberangktan haji yang nakal,” ujarnya.
Lebih jauh ia menambahkan, masa tunggu haji di Indonesia masih terlalu lama yaitu antara 10 hingga 12 tahun bahkan ada yang sampai 21 tahun, oleh karenanya ia akan mengusahakan agar masa tunggu haji paling lama 5 tahun.
“Kita akan usahakan masa tunggu haji dipercepat menjadi 5 tahun, jangan sampai ada kejadian lagi di Makasar, ada jamaah yang menunggu sampai 21 tahun,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s