Harga Beras di Cirebon Naik

Pedagang beras bongkar muatan di Pasar Pagi Kota Cirebon.
Pedagang beras bongkar muatan di Pasar Pagi Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Memasuki tahun 2015 harga beras di Cirebon mengalami kenaikan sebesar 20% hingga 40%. Kenaikan harga beras ini terjadi pada beras kualitas nomor satu dan kualitas nomor dua. Sementara, stok beras di wilayah Cirebon mengalami kekosongan karena belum panen, oleh karenanya pedagang beras membeli beras dari daerah Jawa Tengah.
Salah satu pedagang beras di Pasar Pagi Kota Cirebon, H. Udin mengatakan, harga beras mengalami kenaikan sejak satu bulan lalu, beras kualitas nomor satu saat ini dari Rp 10.800 naik menjadi Rp 11.300 hingga Rp 11.500 per kilogram, untuk harga grosir.
“Sejak satu bulan lalu harga beras mulai naik, kira-kira 20 persen,” tuturnya, Senin (23/2).
Menurutnya, kenaikan harga beras dipengaruhi kekosongan beras di wilayah Cirebon, pasalnya daerah penghasil beras di Jawa Barat belum panen. Maka, ia pun membeli beras dari Jawa Tengah seperti di Demak, Kudus, Sragen, Pati, dan Purwodadi.
“Di Jawa Barat belum panen jadi kita beli di Jawa Tengah,” katanya.
Di kiosnya sendiri, sekitar 40 ton sampai 50 ton beras habis terjual dalam satu hari.
Pedagang beras lainnya, Dedi berharap, bulan Maret nanti Jawa Barat mengalami panen raya sehingga harga beras di Cirebon mengalami penurunan.
“Semoga saja bulan tiga nanti di Jawa barat panen raya, jadi harga berasnya bisa turun,” katanya.
Dedi menjelaskan, harga beras eceran di kiosnya dijual dengan harga Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram yang awalnya Rp 10.000 – Rp 11.000 per kilogram, untuk beras kualitas nomor satu. Sedangkan, beras kualitas nomor dua dari Rp 9.000 – Rp 10.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 11.000.
“Dari bulan Februari harga beras naik sekitar 20% sampai 40%,” imbunya.
Dedi menambahkan, kenaikan harga beras di Cirebon diperparah dengan adanya aksi borong pedagang besar dari daerah luar Cirebon.
“Pedagang beras dari Jakarta, Bandung, dan Karawang, belanja berasnya di Cirebon. Jadi, kita beli beras dari Jawa Tengah, terus dibeli lagi sama pedagang besar itu, asalkan harganya cocok,” ujarnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s