Warga Kabupaten Cirebon Tidak Tahu Buku Nikahnya Palsu

Ilustrasi pernikahan.
Ilustrasi pernikahan.

(Suara Gratia)Cirebon – Ratusan buku nikah palsu beredar di masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon diminta menarik dan menggantinya dengan buku nikah asli.
Buku nikah palsu setidaknya dimiliki warga di Desa Panguragan Lor, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Kondisi itu terungkap setelah sejumlah warga berinisiatif melakukan inventarisir buku nikah.
Kepemilikan buku nikah palsu dipandang akan mengancam anak-anak mereka tidak bisa sekolah akibat tak memiliki akta lahir. Rata-rata warga mengaku tidak menyadari buku nikahnya palsu.
“Kami kan tak mengerti, ketika tahu buku nikahnya palsu, ya kaget,” ungkap seorang warga, Oni, Rabu (25/2).
Putrinya, Wiwin, juga mengalami hal serupa. Wiwin diketahui menikah pada 2011 dan saat melahirkan anak, sang bidan menolak membuatkannya akta lahir.
“Alasannya, buku nikah saya dan suami palsu,” katanya.
Wiwin pun kebingungan dengan situasi tersebut. Dia tidak ingin anaknya tidak memiliki akta lahir karena dapat berdampak pada kelangsungan pendidikannya kelak, mengingat untuk masuk sekolah dibutuhkan akta lahir saat mendaftar. Dia berharap Pemkab Cirebon segera menyelesaikannya.
Korban buku nikah palsu lainnya, Nanang, mengaku gelisah karena baru menyadari dirinya tidak bisa membuat akta lahir sang anak. Padahal, anaknya saat ini berusia dua tahun dan butuh secepatnya dibuatkan akta lahir.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon Masykur saat dikonfirmasi kemarin mengaku, tidak mengetahui perihal buku nikah palsu yang beredar di tengah masyarakat. Dia justru menganjurkan warga mengonfirmasinya kepada pihak yang menikahkan maupun ke Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.
“Kalau merasa dirugikan laporkan saja ke polisi,” katanya.
Dia bahkan sempat mengungkapkan kemungkinan pernikahan yang dilangsungkan tidaklah sah. Namun dia meminta warga mengonfirmasinya kepada yang menikahkan dan KUA.
Dia berjanji, jika terbukti palsu dan merugikan warga, dirinya akan memanggil kepala KUA setempat.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s