Ngaku Anggota Polisi, Debt Collector Meregang Nyawa

Polisi menangkap N pelaku pembunuhan beserta barang bukti dua unit sepeda motor.
Polisi menangkap N pelaku pembunuhan beserta barang bukti dua unit sepeda motor.

(Suara Gratia)Cirebon – Satuan Reskrim Polres Cirebon Kota, menemukan mayat berjenis kelamin laki-laki, Kamis 26 Februari 2015. Penemuan mayat di belakang Terminal Harjamukti Jl. By Pass Kota Cirebon ini, setelah polisi mendapat laporan dari warga. Setelah Polisi melakukan penyelidikan mayat laki-laki ini diketahui bernama Ujang Hendra. Setelah 11 jam melakukan pengejaran, Polisi berhasil menangkap salah satu pelaku, yakni N (31 Tahun) warga Jl. Tamansari Kecamata Kesambi Kota Cirebon, sementara satu pelaku lagi masih buron.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Dani Kustoni mengatakan, tersangka N ditangkap di rumahnya di daerah Sampiran, Sumber Kabupaten Cirebon, sementara tersangka lainnya Y (23 Tahun) warga Semarang Jawa Tengah, masih buron.
“Kemarin, Kamis (26/2) sekitar pukul 12.30 WIB kami mendapatkan laporan dari masyarakat, bahwa ditemukan sesosok mayat di Terminal Harjamukti. Setelah diperiksa, ditemukan tanda-tanda kekerasan dibagian tengkuk,” tuturnya, Jumat (27/2) malam.
Dani menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kematian korban disebabkan luka dibagian tengkuk dan kepala akibat pukulan benda tumpul. Setelah itu, pihaknya langsung mengumpulkan bukti-bukti dan saksi. Korban merupakan warga sipil bekerja di salah satu perusahaan leasing, menjadi debt collector.
“Setelah kami melakukan penyidikan terungkaplah bahwa ini merupakan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh dua orang. Tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP mengenai tindak pidana pembunuhan,” ujarnya.
Dugaan sementara, pelaku mengaku kesal karena korban mengaku sebagai anggota polisi dan dalam keadaan mabuk tiba-tiba tanpa alasan yang jelas memukul pelaku. Kini, pihaknya masih memburu pelaku lainnya yang melarikan diri.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin menangkap satu pelaku lagi yang DPO,” katanya.
Sementara, pelaku pembunuhan N mengaku, tidak mengenal korban, karena ia bertemu dengan korban baru satu kali. N melanjutkan, korban bernama Ujang tiba-tiba datang menghadang N dan Y di sekitar Terminal Harjamukti.
“Dia ngakunya anggota Polisi, saya minta kartu tanda pengenal tapi dia tidak mau, terus saya ajak ke pos polisi dekat terminal dia malah mukul muka saya. Kelihatannya dia lagi mabuk, karena mulutnya bau minuman jalannya juga sempoyongan,” katanya.
Setelah, korban memukul N perkelahian pun terjadi, N langsung memukul korban dengan batu bata di bagian tengkuk dan bagian kepala dipukul menggunakan paving blok sebanyak tiga kali, Y pun ikut membantu. Setelah melihat korban tersungkur, kedua pelaku melarikan diri.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s