Bulog Cirebon Genjot Penyerapan Gabah Petani

Kegiatan bongkar muat beras di Pasar Pagi Cirebon.
Kegiatan bongkar muat beras di Pasar Pagi Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Bulog sub divre Cirebon mulai genjot penyerapan gabah ke masyarakat. Penyerapan dimaksimalkan di musim tanam rendeng.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Sub Divre Bulog Cirebon, Miftahul Ulum, Selasa (24/3).
“Kami sudah kontrak lebih kurang 600 ton dengan mitra kerja,” kata Miftahul. Jumlah tersebut menurut Miftahul sampai akhir bulan ini ditargetkan untuk bisa terserap dan mengisi gudang-gudang milik Bulog.
Untuk harga, lanjut Miftahul, mereka menggunakan harga pembelian yang baru ditetapkan pemerintah.
“Saat ini harga gabah sudah masuk dengan harga pembelian pemerintah,” katanya.
Sehingga mereka pun akan terus menggenjot penyerapan gabah dan beras dari petani. Seperti diketahui, pemerintah melalui Inpres yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi tertanggal 17 Maret 2015 telah menetapkan harga gabah kering panen (GKP) dengan kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa maksimum 10 persen adalah Rp 3.700/kg di tingkat petani atau Rp 3.750/kg di tingkat penggilingan.
Sedangkan untuk gabah kering giling (GKG) dengan kualitas kadar air minimum 14 persen dan kotoran maksimum 3 persen ada Rp 4.600/kg di pinggilingan atau Rp 4.650/kg di gudang Bulog. Untuk harga beras ditetapkan Rp 7.300/kg di gudang Bulog.
Dengan adanya harga pembelian pemerintah yang baru tersebut Miftahul berharap Bulog bisa lebih banyak lagi menyerap gabah dan beras dari petani.
“Ada tiga saluran yang kita gunakan untuk penyerap gabah dan beras dari petani,” kata Miftahul. Yaitu melalui Satgas, Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB) dan mitra kerja. Bulog Sub Divre Cirebon sendiri memiliki 86 mitra kerja yang tersebar di sejumlah wilayah di Cirebon.
Miftahul pun menambahkan jika mereka akan menggenjot penyerapan gabah dan beras dari petani pada April, Mei hingga Juni.
“Penyerapan akan kami genjot terutama pada masa tanam rendeng (hujan),” kata Miftahul.
Ini dikarenakan pada musim tanam gadu (kemarau) biasanya harga gabah dan beras akan lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah.
Seperti diberitakan sebelumnya sejumlah daerah di Kabupaten Cirebon saat ini sudah mulai panen.
“Belum semua, tapi di beberapa titik sudah ada yang panen,” kata Sekretaris Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Muhidin.
Diantaranya di Kecamatan Babakan dan Karangwareng yang terletak di wilayah timur Kabupaten Cirebon, di Kecamatan Suranenggala dan Kecamatan Dukuhpuntang.
Karena sudah ada yang mulai panen, harga gabah pun sudah mulai turun, yaitu berkisar antara Rp 3.500 hingga Rp 3.600/kg. Harga ini menurut Muhidin sudah masuk dengan harga pembelian pemerintah sehingga Bulog pun diminta turun langsung ke lapangan untuk membeli gabah dan beras dari petani.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s