Gedung Bunder di Kota Cirebon Tidak Terawat

Gedung Bunder di Jl. Merdeka No. 1 Kota Cirebon.
Gedung Bunder di Jl. Merdeka No. 1 Kota Cirebon.

(Sura Gratia)Cirebon – Gedung Bunder, bangunan cagar budaya yang berlokasi di Jalan Merdeka No. 1 Kota Cirebon, tepatnya di sudut barat daya Lapangan Kebumen, Kelurahan/Kecamatan Lemahwungkuk, tak terawat dan tak bermanfaat. Meski sudah dilakukan pengecatan, namun karena hanya tipis-tipis, bekas coretan-coretan masih terlihat meski samar-samar.

Di sejumlah bagian, genteng dan eternit terlihat bolong-bolong.
Bangunan dua lantai berukuran sekitar 100 meter persegi tersebut, dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1920. Awalnya, pemerintah kolonial Belanda menggunakan bangunan berbentuk persegi 8 tersebut, sebagai pos jaga dengan 14 jendela, yang tersebar di 7 sisi bangunan, di lantai atas dan bawah.
Warga menyebutnya Gedung Bunder, karena bangunan berbentuk segi 8 tersebut bentuknya nyaris bundar. Saat ini, dari 14 jendela yang semula ada, tinggal tersisa 4 buah jendela, karena 10 jendela lainya sudah berganti tembok. Korem 063/SGJ sempat memanfaatkan Gedung Bunder untuk kantor Radio dan Telegraf. Tahun 1980-an pernah digunakan sebagai rumah tinggal staf lembaga kemiliteran. Kemudian tahun 1990-an, digunakan sebagai Sekretariat Gapensi Kota Cirebon. Tahun 2001 dimanfaatkan sebagai Pusat Informasi Pariwisata.
Namun sudah bertahun-tahun, gedung tersebut sama sekali tidak dimanfaatkan sehingga tidak terawat. Sebenaranya tahun 2003 Paguyuban Masyarakat Cirebon (Pamaci) pernah meminjam pakai gedung tersebut untuk Sekretariat Pamaci. Di dinding luar gedung, sampai saat ini masih terpasang papan nama Sekretariat Paguyuban Masyarakat Cirebon atau Pamaci. Namun sudah bertahun-tahun, sekretariat ditinggalkan sama sekali.
Menurut warga sekitar Kasno (45 tahun), sudah bertahun-tahun tidak pernah ada kegiatan organisasi atau sejenisnya di gedung tersebut.
“Sudah bertahun-tahun gedung itu tidak terurus, dan tidak bermanfaat,” katanya, Selasa 31/3.
Salah seorang pendiri Pamaci, Ahmad Sofyan mengakui Pamaci memang sempat memanfaatkan gedung bunder untuk Sekretariat Pamaci. Namun sudah lama, tidak lagi memanfaatkan gedung bunder untuk kegiatan Pamaci.
Ahmad Sofyan mengaku sudah meminta pengurus terakhir untuk mengembalikan aset Pemkot tersebut.
Ahmad menjelaskan, saat meminjam, ada serah terima peminjaman, sehingga pihaknya sudah meminta pengurus untuk mengembalikan secara resmi gedung bunder kepada Pemkot Cirebon. Namun sepertinya pengurus sekarang belum secara resmi mengembalikannya kepada pemkot.
“Gedung Bunder dipinjam pakai dari Pemkot Cirebon pada tahun 2003. Waktu itu Ketua Pamaci Uut Fajar Budiono yang menandatangani dokumen pinjam pakai Gedung Bunder dengan Bagian Perlengkapan Kota Cirebon,” katanya.
Namun sudah lebih dari 3 tahun ini, Pamaci vakum dan tidak ada kegiatan serta kepengurusan.
“Kepengurusan terakhir berakhir pada 2012, dan tidak bisa dilanjutkan lagi karena sudah dua periode. Setelah itu tidak ada lagi penerus kepengurusan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Cirebon, Dana Kartiman, mengungkapkan, pihaknya akan menelusuri status Gedung Bunder itu.
“Kalau memang Pamaci sudah tidak lagi memanfaatkannya, kami akan mengembalikan fungsinya sebagai pusat informasi pariwisata Kota Cirebon,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s