Tiga Siswa Kabupaten Cirebon Mengikuti UN di Tahanan

Pelaksanaan UN di Cirebon.
Pelaksanaan UN di Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Tiga siswa SMA sederajat terpaksa mengerjakan Ukian Nasional (UN) dalam tahanan akibat tersandung kasus hukum. Dua di antaranya mengerjakan di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Cirebon dan seorang lainnya di tahanan Mapolres Sumber, Kabupaten Cirebon.
Syuk (19 tahun) siswa MA Kapetakan Kabupaten Crebon, harus mengerjakan UN di tahanan Mapolres Sumber pada hari pertama UN, Senin 13/4. Siswa jurusan IPS ini ditahan karena terlibat kasus narkoba jenis ganja, sejak 17 Maret 2015 lalu.
“Dia ditahan karena melanggar UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Saat mengerjakan soal UN, dia mendapat pengawasan pihak sekolah maupun petugas kepolisian,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Cirebon AKP Iwan Gunawan.
Sementara dua siswa yang mengerjakan UN di Rutan, masing-masing Li dan Ew. Keduanya mengikuti ujian di salah satu tempat khusus yang telah disiapkan pihak Rutan, dengan pengawasan petugas.
“Kami mendapat usulan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon agar keduanya dapat mengikuti UN, mengingat mereka siswa sekolah Kabupaten Cirebon,” kata Kepala Rutan Klas 1 Cirebon Rochkidam.
Keduanya diketahui siswa salah satu SMK di Kabupaten Cirebon. Selain para siswa yang mengerjakan UN di tengah masa penahanannya, ada pula siswa lain yang terpaksa melaksanakan UN di rumah seperti dialami Siti Naelasari, pelajar jurusan IPS SMA Muhammadiyah, Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Siti harus mengerjakan UN di rumahnya di kawasan Sigong, Kecamatan Lemahabang, karena sakit. Secara keseluruhan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon mencatat, UN tahun ini diikuti 22.311 siswa.
Mereka terdiri dari 12.686 siswa SMK, 5.505 siswa SMA, dan 4.120 siswa MA. Luasnya wilayah Kabupaten Cirebon membuat Disdik menerapkan pembagian sub rayon dalam hal distribusi soal UN.
“Ada 15 sub rayon yang tersebar di Kabupaten Cirebon, yang dibagi menjadi lima sub rayon SMA, lima sub rayon SMK, dan lima sub rayon MA,” jelas Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kabupaten Cirebon Dewi Nurhulaela.
Dewi menyebutkan, hasil UN memang tak menentukan kelulusan siswa. Namun begitu, siswa yang ingin lulus harus mengikutinya, mengingat kehadiran siswa saat UN merupakan syarat kelulusan.
Kriteria kelulusan siswa berupa 70% nilai rapor dan 30% nilai ujian sekolah. Hanya saja, lanjut dia, ketika ada siswa dengan nilai rapor dan ujian sekolah yang bagus namun tak mengikuti UN, siswa bersangkutan tak bias lulus.
“Salah satu syarat kelulusan adalah mengikuti UN,” ujarnya.
Sementara, di Kota Cirebon, tercatat 7.739 siswa SMA sederajat yang mengikuti UN. Mereka terdiri dari 3.051 siswa dari 25 SMA, 3.025 siswa dari 27 SMK, dan 660 siswa dari tujuh MA.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s