Cirebon Jadi Sentra Batik Jawa Barat

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (kedua dari kiri) meninjau maket Pasar Batik Trusmi Cirebon.
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (kedua dari kanan) meninjau maket Pasar Batik Trusmi Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) hari ini (Selasa 14/4) meresmikan Pasar Batik Trusmi di Kabupaten Cirebon. Pasar tersebut disebut pasar batik terbesar se-Jabar dan diproyeksikan sebagai sentra batik Jabar.

Ahmad Heryawan mengatakan, di beberapa daerah di Jabar telah berdiri pusat-pusat batik khas masing-masing, namun belum ada yang sebesar Pasar Batik Trusmi. Keberadaan pasar ini pun dinilai dapat melengkapi Cirebon sebagai pusat batik.
“Sejak lama Trusmi dikenal sebagai sentra batik Cirebon. Ke depan, Trusmi harus dikenal sebagai sentra batik Jabar,” katanya, seusai meresmikan pasar Batik Trusmi di Kabupaten Cirebon, Selasa 14/4.
Pasar Batik Trusmi saat ini terdiri dari 154 kios yang diperuntukkan bagi pengrajin batik kecil. Aher pun menginstruksikan Bupati Cirebon untuk mengawasi para pemilik kios dan memastikan ditempati pengrajin kecil.
“Dari sisi kesejarahan, batik Trusmi tergolong paling tua. Pasar tersebut diharapkan sebagai penggerak perekonomian masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah,” terangnya.
Sementara, Bupati Crebon Sunjaya Purwadi Sastra mengatakan, kehadiran Pasar Batik Trusmi dapat memperluas lapangan kerja, juga sebagai daya tarik investasi yang dapat menaikkan IPM Kabupaten Cirebon.
Dia menyebutkan, saat ini setidaknya sudah ada 530 unit usaha batik se-Kabupaten Cirebon dengan sekitar 4.000 orang tenaga kerja dan bernilai produksi sekitar Rp 80 miliar.
Ia pun meminta bantuan Gubernur sekitar Rp 7 miliar untuk pembangunan pasar batik tahap dua yang direncanakan tahun depan.
“Selain penambahan kios sekitar 46 unit, dibutuhkan pelengkap lain seperti panggung seni, taman, pagar keliling, parkiran, foodcourt, rumah genset, maupun mushala,” katanya.
Salah seorang pemilik kios Batik, Amel (23 tahun) mengapresiasi Pasar Batik Trusmi, mengingat lokasinya yang lebih representatif sebagai wisata belanja batik. Namun, menurutnya, di sisi lain, pasar tersebut masih membutuhkan pembenahan di beberapa titik, seperti masjid, tempat parkir, maupun fasilitas umum lainnya.
“Selama ini, wisata belanja di kawasan Trusmi kan terkendala lokasi sekitar yang jalannya sempit sampai kadang bikin macet jalan. Tapi di Pasar Batik Trusmi ini, wisata belanja lebih memungkinkan. Kalau bisa, pemda bikin jalur wisata yang mengarahkan wisatawan datang kemari,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s