Jl.Kartini Kota Cirebon Akan Menjadi Satu Jalur

Angkutan kota dan pengguna jaln lainnya melintas di Jl.Kartini Kota Cirebon.
Angkutan kota dan pengguna jaln lainnya melintas di Jl.Kartini Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 21 April 2015 mendatang, Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi (Dishubinkom) Kota Cirebon akan melakukan rekayasa jalur di Jalan Kartini.
Rekayasa jalur dilakukan dengan memberlakukan jalur searah, dari arah barat ke arah timur, atau dari arah perempatan Gunung Sari ke arah perempatan Jalan Siliwangi.
Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cirebon Jaja Sulaeman, berdasarkan rapat forum lalu lintas, rekayasa jalur yang memanfaatkan momen Hari Kartini, baru sebatas uji coba.
“Namun memang kemungkinan jalur searah di Jalan Kartini akan tetap diberlakukan. Karena sekarang ini juga, kalau ada kereta api lewat, pasti macet panjang,” katanya Rabu (13/4).
Selama sekitar sebulan uji coba, katanya, akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi titik-titik mana lagi yang mengalami kemacetan, sebagai ekses diberlakukannya satu arah di Jalan Kartini.
“Sekaligus juga untuk pengaturan parkir, pemasangan rambu-rambu dan perbaikan jalan alternatif,” imbuhnya.
Dikatakan Jaja, rekayasa jalur Kartini yang memililik jarak sekitar 700 meter, merupakan rekayasa jalan untuk pertama kalinya setelah 25 tahun.
“Sejak tahun 1990-an, baru sekarang ini ada lagi rekayasa jalan,” katanya.
Rekayasa jalur dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan luar biasa yang dipastikan bakal terjadi ketika jalan tol Cikampek-Cirebon sudah tersambung.
“Apalagi nanti kalau Bandara Kertajati Majalengka sudah beroperasi, dipastikan Cirebon akan semakin macet,” katanya.
Ia mengaku, diberlakukannya rekayasa jalan dipastikan akan memunculkan dampak negatif, seperti kerepotan yang dialami warga karena harus jalan memutar dan lainnya.
Namun menurut Jaja, rekayasa jalur juga berdampak positif terutama di jalur jalan yang selama ini kurang ramai.
“Jalur jalan yang tadinya kurang ramai, pasti akan menjadi ramai dengan perubahan jalur. Dan dampak positifnya, aktifitas ekonomi pasti akan bangkit,” terangnya.
Jaja meminta kepada Dishubinkom untuk secepatnya mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemilik usaha dan pemilik rumah.
“Paling tidak pemberitahuan kepada Ketua RW agar melakukan sosialisasi kepada warga yang akses ke rumahnya dan tempat usahanya dari dan di Jalan Kartini,” jelasnya.
Sementara itu, Ivan salah seorang warga Cangkring Kelurahan/Kecamatan Kejaksan, yang akses masuknya dari Jalan Kartini, mengungkapkan sampai saat ini, belum ada sosialisasi dari aparat kelurahan, terkait dengan rekayasa jalur.
“Jangankan surat, sekedar pemberitahuan lisan dari RT atau RW juga belum ada,” ujarnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s