Operasi Yustisi, Wali Kota Cirebon Imbau Warganya Bawa E-KTP

Ilustrasi, KTP Elektronik.
Ilustrasi, KTP Elektronik.

(Suara Gratia)Cirebon – Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis melayangkan surat kepada empat bupati tetangga (Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Indramayu) agar mengingatkan warganya selalu membawa KTP elektronik saat bepergian ke Kota Cirebon. Pasalnya, operasi yustisi yang bakal digelar bulan Mei ini dan September mendatang, berlaku bagi semua warga yang melintas di titik pelaksanaan operasi, termasuk juga bagi warga asing.
Bagi warga yang tidak membawa KTP elektronik akan langsung dikenakan denda sebesar Rp 50.000. Bagi warga asing yang tidak memegang Kartu Ijin Tinggal Terbatas (Kitas) atau Kartu Ijin Tinggal Tetap (Kitap) langsung dikenakan denda Rp 100.000.
Menurut Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon Sanusi, sesuai dengan peraturan yang berlaku, KTP nonelektronik sudah tidak berlaku lagi mulai 31 Desember 2014.
“Bagi warga yang sudah melakukan perekaman data, tapi belum menerima elektronik, tidak usah khawatir, karena di titik operasi kami menyiapkan perangkat yang bisa mengakses basis data kependudukan secara nasional,” jelasnya, Kamis 07/5.
Pelaksanaan operasi yustisi yang bakal digelar Mei ini, merupakan yang pertama kali sejak adanya Disdukcapil Kota Cirebon.
“Bahkan bukan hanya pertama kali di gelar di Kota Cirebon saja, tetapi juga pertama kali digelar di wilayah III Cirebon, yang meliputi 5 daerah,” katanya.
Menurut Sanusi, karena baru pertama kali digelar, pihaknya mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh, untuk mengantisipasi segala kemungkinan kendala.
Pemberitahuan kepada empat bupati tetangga yang dilayangkan akhir April lalu, katanya, dilakukan selain sebagai upaya sosialisasi kepada warga tetangga, juga untuk mengantisipasi kemungkinan protes dari warga tetangga termasuk aspek hukumnya.
“Wilayah Kota Cirebon selama ini kan menjadi magnet bagi warga sekitar untuk datang, bukan hanya sekedar jalan-jalan tetapi juga mencari nafkah di Kota Cirebon,” imbuhnya.
Menurut Sanusi, saat siang hari jumlah warga yang ada di Kota Cirebon bisa mencapai tiga sampai empat kali lipat, dibandingkan jumlah malam hari, yakni dari jumlah warga Kota Cirebon sesunguhnya.
Operasi yustisi melibatkan sejumlah institusi, termasuk Pengadilan Negeri, Kejaksaan, Kepolisian, Satpol PP, Dishub, Kabag Hukum, Camat, dan lurah.
Sosialisasi di Kota Cirebon sendiri sudah dilakukan jauh hari sebelumnya, sampai ke tingkat RT.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s