Imigrasi Cirebon Mengamankan 11 WNA Bermasalah

Caprion : "Petugas Imigrasi Cirebon tengah memeriksa salah satu dari 11 WNA Bermasalah.
Petugas Imigrasi Cirebon tengah memeriksa salah satu dari 11 WNA Bermasalah.

(Suara Gratia)Cirebon – Diduga bermasalah, 11 warga Negara asing (WNA) dari beragam Negara diamankan Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon.
Ke-11 WNA yang bermasalah tersebut, di antaranya empat orang dari Tiongkok, seorang asal Belanda, seorang warga Taiwan, tiga orang warga Korea Selatan, seorang warga Hongkong, dan seorang warga Denmark.

Mereka terjaring dalam Operasi Bhumi Pura Wira Wibhawa 2015 yang dilaksanakan tiga hari, mulai 5-7 Mei 2015.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon Eko Budianto menjelaskan, ke-11 WNA diamankan karena diduga melanggar keimigrasian sebagaimana Pasal 116 dan atau Pasal 122 UU No 6 Tahun 2001.
“Saat petugas memeriksa yang bersangkutan, mereka melanggar pasal 116 karena mereka tak menunjukkan dokumen keimigrasian atau paspor dan izin tinggal,” katanya, Jumat 8/5.
Saat diamankan, para WNA tersebut sedang berkegiatan dan berada di perusahaan yang bergerak di bidang perikanan, meubeler, tekstil, dan konstruksi. Hal itu melanggar Pasal 122 berupa penyalahgunaan tujuan pemberian izin tinggal dan lainnya.
Dia meyakinkan, hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka.
“Apabila dari hasil pemeriksaan mereka diketahui melanggar keimigrasian, akan kami tindak sesuai pasal 75 UU No 6 Tahun 2011 bahkan terancam dideportasi. Tapi jika tak bersalah akan kami lepas,” terangnya.
Operasi Bhumi Pura Wira Wibhawa 2015 sendiri dilaksanakan atas instruksi Direktur Jendral Imigrasi No IMI.5.GR 02.07-1.0747 tentang pelaksanaan operasi pengawasan orang secara serentak di seluruh Indonesia. Sebelum diamankan, para WNA tersebut diawasi terlebih dulu.
Operasi itu sendiri melibatkan 18 personil, yang dibagi dalam empat tim yang tersebar di wilayah Cirebon. Dia menyebutkan, tiga tim ditugaskan untuk mengawasi ke lokasi dan satu tim lainnya sebagai tim penindakan.
“Satu tim ditugaskan di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon. Tim 2 bertugas di Kabupaten Indramayu dan Kuningan, sedangkan Tim 3 ditugaskan beroperasi di Kabupaten Majalengka. Setelah berhasil mengamankan dan menjaringnya, mereka kemudian diserahkan kepada tim pemeriksa,” jelas dia.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s