Pemberlakuan One Way di Jl. Kartini Terancam Batal

Angkutan kota dan pengguna jaln lainnya melintas di Jl.Kartini Kota Cirebon.
Angkutan kota dan pengguna jalan lainnya melintas di Jl.Kartini Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Potensi kemunculan titik-titik kemacetan baru di Kota Cirebon membuat Polres Cirebon Kota akan mengkaji ulang pemberlakuan satu arah (one way) Jalan Kartini.
Jalan Kartini mulai diuji cobakan menjadi satu arah pada 21 April lalu. Namun rupanya, pemberlakuan satu arah membuat sejumlah titik di Kota Cirebon macet parah.
“Sekarang masih uji coba sifatnya. Kalau pada akhirnya banyak memunculkan kemacetan baru, kami harus mengkaji ulang,” ungkap Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Sulistyo, Senin 11/5.
Sejumlah titik kemacetan yang terdampak satu arah Jalan Kartini di antaranya, Jalan Slamet Riyadi, khususnya simpang empat Krucuk, Jalan Siliwangi arah Jalan Karanggetas, hingga Jalan Karanggetas itu sendiri. Kemacetan semakin menjadi manakala jam-jam sibuk hingga membuat petugas lalu lintas lebih sibuk dari biasanya.
Eko meyakinkan, akan mengkaji ulang apabila kebijakan satu arah Jalan Kartini membuat masyarakat kerepotan. Menurut dia, kebijakan satu arah bisa jadi diubah mengingat saat ini masih uji coba.
“Apalagi median jalan dan pembatas jalan di Jalan Kartini masih ada, sehingga masih memungkinkan kebijakan ini dikaji ulang,” imbuhnya.
Dari pantauan di Jalan Kartini sendiri, penerapan satu arah belum ditaati semua pengguna jalan. Pasalnya, masih terlihat sejumlah pengendara ‘curi-curi kesempatan’ melanggar arah, yang sebenarnya membahayakan jiwa masing-masing.
Pelanggaran ini terutama banyak terjadi malam hari, termasuk saat pintu perlintasan kereta api (KA) yang ada di jalur tersebut menutup. Di tempat lain, kemacetan parah salah satunya kerap terjadi di simpang empat Krucuk. Kendaraan tersendat hingga simpang tiga arah Jalan Wahidin.
“Rumah saya di kawasan Cangkring, Kecamatan Kejaksan. Sekarang kalau mau pulang, harus memutar ke Jalan Wahidin dulu, repot sebenarnya,” ungkap Hidayah, salah satu warga Jaln Cangkring, yang akses masuknya melalui Jalan Kartini.
Sebelumnya, kebijakan satu arah Jalan Kartini dilatari ketidakseimbangan volume kendaraan dengan ruas jalan tersebut.
Saat launching uji coba satu arah April lalu, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis menegaskan, pemberlakuan satu arah sebagai upaya mengurai kemacetan di Jalan Kartini.
“Perkembangan jalan Kota Cirebon lebih lambat ketimbang perkembangan kendaraan. Belakangan, Jalan Kartini padat kendaraan, terutama saat akhir pekan,” ungkapnya.
Jalan Kartini sendiri merupakan jalur hidup dengan mobilitas tinggi. Di sana terdapat, sekolah, rumah makan, mal, hotel, maupun kafe, berjejeran menjadikannya lokasi beraktivitas tinggi.
Kepadatan kendaraan juga tak lepas dari beroperasinya jalur ganda (double track). Dia menyebutkan, setiap tujuh menit sekali, kereta api melintas dan menahan kendaraan yang lewat Jalan Kartini.
Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Kurnia menyebutkan, setidaknya 7.300 unit kendaraan melintas di Jalan Kartini saat akhir pekan. Indikatornya, lahan parkir maupun hotel yang berada di area ini penuh. Sementara saat hari-hari kerja, volume kendaraan 3.000 hingga 4.000 unit.
“Idealnya justru saat akhir pekan volume kendaraan 3.000 – 4.000 unit. Kenyataannya tingginya volume kendaraan saat ini tak sebanding dengan ruas Jalan Kartini sendiri yang lebarnya hanya 12 meter dengan panjang sekitar 1,5 kilometer,” terangnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s