PLTU Kanci Bangun Unit Baru

PLTU Kanci Kabupaten Cirebon.
PLTU Kanci Kabupaten Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – PLTU Cirebon berencana membangun unit baru berkapasitas 1×1.000 MegaWatt (MW) di Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Pembangunannya dakan menambah jumlah pengguna listrik 4,5 juta jiwa di Jawa, Madura, dan Bali.
Kapasitas ini lebih besar dari unit yang sudah ada saat ini yakni 660 MW, bahkan terbesar se-Indonesia. Pembangunan unit baru bernilai investasi 2 miliar USD ini menggunakan teknologi ultra super critical boiler, dan diklaim lebih ramah lingkungan maupun hemat bahan bakar.
Presiden Director PT Cirebon Energi Prasarana sebagai pengembang, Heru Dewanto menyebutkan, rencananya proses pembangunan memakan waktu empat tahun. Saat ini, proses pembangunan tengah dalam persiapan, terutama terkait analisis dampak lingkungan (amdal).
“Pembeli daya listrik yakni PT PLN, dengan rencana pembangunan mulai akhir 2015 dan rencana operasi mulai akhir 2019,” katanya, Senin 11/5.
Untuk merealisasikannya, dibutuhkan lahan baru seluas sekitar 100 hektar. Pembangunan unit baru ini, lanjut dia, bermanfaat untuk mendukung program elektrifikasi di mana akan menambah kapasitas pembangkitan listrik pada jaringan Jawa, Madura, Bali. Jumlah pengguna listrik akan bertambah 4,5 juta jiwa.
Jika unit sebelumnya (660 MW) menggunakan teknologi super critical, unit baru kali ini (1.000 MW) menggunakan teknologi ultra super critical boiler. Teknologi termaju di dunia yang pertama kali digunakan di Indonesia ini, diklaim lebih ramah lingkungan dimana emisi karbondioksida lebih rendah 6%.
Sementara, Senior Environment Enpermit Senior Manager PT Cirebon Electric Power (CEP), Sumadi menambahkan, teknologi ultra super critical boiler juga menghemat konsumsi batubara per tahun sekitar 6%. Bahkan, mampu dioperasikan dengan batu bara berkualitas lebih rendah.
“Konsumsi batu bara untuk unit baru ini diperkirakan 3,3-3,6 juta ton/tahun, yang bersumber dari Kalimantan,” katanya.
Pembangunan unit baru ini juga dianggap positif karena menyediakan lapangan kerja. Dia menyebutkan, pada masa konstruksi unit sebelumnya telah dipekerjakan sekitar 3.500 karyawan. Lebih dari 50% di antaranya diklaim berasal dari warga Cirebon dan sekitar proyek PLTU.
Dalam bentuk lain, sambung dia, proyek ini bermanfaat menaikkan porsi kepemilikan saham dan meningkatkan kandungan dalam negeri (TKDN). “Apalagi, dalam proyek ini perusahaan nasional menjadi ketua konsorsium,” imbuhnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s