BNN Manfaatkan Rindam untuk Rehabilitasi

Direktur Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan BNN Gun Gun Siswandi (kanan), bersama jajaran Muspida Kota Cirebon saat deklarasi Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalah guna Narkoba, beberapa waktu lalu.
Direktur Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan BNN Gun Gun Siswandi (kanan), bersama jajaran Muspida Kota Cirebon saat deklarasi Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalah guna Narkoba, beberapa waktu lalu.

(Suara Gratia)Cirebon – Badan Narkotika Nasional manargetkan 100 ribu pecandu narkoba bisa tuntas direhabilitasi di tahun 2015 sekarang.
Untuk mengejar target tersebut, awal Mei lalu BNN menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Panglima TNI untuk memanfaatkan Markas Resimen Induk Kodam (Rindam) di seluruh Indonesia, untuk tempat rehabilitasi pecandu narkoba. 

Menurut Direktur Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan BNN Gun Gun Siswandi, narkoba sudah sangat luar biasa membahayakan seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat.
“Sehingga dibutuhkan upaya luar biasa dari seluruh komponen bangsa untuk mengantisipasi, mencegah, menangani, merahabilitasi dan mendanai,” katanya saat Koordinasi Forum Muspida sewilayah III Cirebon di Kantor Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan wilayah Cirebon Kamis (21/5).
Selain pemaparan narasumber, rapat juga diisi dengan ungkapan testimoni oleh dua orang mantan pecandu yang menjadi binaan Dinsos Kabupaten dan Dinkes Kota Cirebon Wawan Setiawan dan Nobi.
Dikatakan Gun Gun, saat ini hampir semua lini tidak ada yang steril dari narkoba. Bahkan lembaga keagamaan, seperti pesantren tidak bebas dari narkoba.
“Dari mulai yang tidak beragama sampai ustad, dari mulai yang tidak sekolah sampai yang bergerlar profesor, doktor, semua bisa dimasuki,” jelasnya.
Menurutnya, upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba, harus dilakukan dari hulu sampai hilir, semua pihak dari orang tua, lingkungan keluarga, sekitar dan sekolah serta sejumlah instusi termasuk institusi keagamaan semua harus terlibat.
Saat ini, jumlah pecandu di Indonesia sudah mencapai 4 juta jiwa. Peringkat pertama terbanyak DKI Jakarta kemudian Kalimantan Timur. Jawa Barat sendiri menduduki peringkat keenam dengan jumlah pecandu hampir 800 ribu.
Sementara jumlah tempat rehabilitasi yang dimiliki BNN sampai saat ini hanya 4 tempat.
“Untungnya Kementrian Sosial, Kementrian Kesehatan juga memiliki program penanggulangan narkoba,” katanya.
Sementara itu Kasi Anak Nakal Korban Napza dan Tuna Sosial Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Uun Kurniasih mengungkapkan, mantan pecandu Narkoba Wawan Setiawan merupakan binaan Dinsos Kabupaten Cirebon, melalui program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM).
“Pasca diluncurkan 5 bulan lalu, baru dua desa yang merespon program RBM yakni Desa Gebang Ilir Kecamatan Gebang dan Desa Pamengkang Kecamatan Mundu,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s