Menjelang Puasa, Pemda Cirebon Pantau Harga Daging Sapi

Petugas tengah memantau harga daging sapi di Pasar Pagi Kota Cirebon.
Petugas tengah memantau harga daging sapi di Pasar Pagi Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Kebutuhan sapi pada awal puasa di Cirebon meningkat. Pasokannya pun terus dijaga dan dipantau terutama hingga menjelang Idul Fitri.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Muhidin, Rabu (17/6).

“Permintaan daging sapi akan meningkat pada awal puasa. Setelah itu permintaan pun akan normal kembali namun akan kembali meningkat pada pertengahan puasa mendatang,” katanya.
Dijelaskan Muhidin, di hari-hari normal, permintaan daging sapi berkisar 30 hingga 40 ekor. Namun di awal bulan puasa permintaan bisa meningkat hingga 60 ekor sapi.
Sedangkan di pertengahan puasa, permintaan pun akan meningkat drastis hingga mencapai 100 ekor sapi.
Untuk itu, lanjut Muhidin, pihaknya pun akan terus menjaga pasokan daging sapi agar tidak tersendat. Karena jika tersendat, maka harga pun akan melonjak drastis.
“Kasihan konsumen,” kata Muhidin.
Karenanya sejak jauh-jauh hari pihaknya sudah mewanti-wanti kepada pengusaha yang ada di rumah potong hewan di daerah Batembat Kecamatan Tengah Tani untuk selalu menjaga pasokan sapi.
Kabupaten Cirebon sendiri belum bisa sebagai pemasok sapi sehingga sapi pun masih harus diambil dari sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada pula pasokan sapi impor dari Australia.
“Kami akan selalu mengawasi agar pasokan daging sapi tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu berdasarkan pantauan, sehari menjelang puasa harga daging sapi di pasar tradisional di Kota Cirebon masih stabil.
“Belum ada kenaikan, tetap Rp 100 ribu/kg,” kata Diding, pedagang daging sapi di Pasar Pagi Cirebon.
Namun untuk daging has dalam, harganya lebih tinggi yaitu Rp 110 ribu/kg. Untuk daging ayam pun pada sehari menjelang puasa harganya tidak mengalami kenaikan.
“Harganya masih tetap, Rp 32 ribu/kg,” kata seorang penjual daging ayam di pasar yang sama, Tati.
Sebelumnya harga daging ayam sudah naik duluan dari kisaran Rp 27 ribu/kg hingga Rp 28 ribu/kg dan saat ini sudah naik menjadi Rp 32 ribu/kg.
“Tapi untuk hari ini, tidak ada kenaikan harga,” kata Tati.
Untuk hari ini (Rabu, 17/6) Tati mengaku ada kenaikan omset penjualan. Biasanya ia hanya bisa menjual 25 hingga 30 kg daging ayam setiap harinya.
“Tapi hari ini sudah lebih dari 50 kg daging ayam yang terjual,” kata Tati.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s