Polres Cirebon Kota Siapkan Pengamanan Lebaran

Kapores Cirebon Kota AKBP Eko Sulistyo Basuki (tengah), Wali Kota Cirebon NAsrudin Azis (kedua dari kiri) Dandim 0614 Letkol Kav Taswin Djamaludin (kiri) dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2015.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Sulistyo Basuki (tengah), Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis (kedua dari kiri) Dandim 0614 Letkol Kav Taswin Djamaludin (kiri) serta jajaran Muspida Kabupaten Cirebon, dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2015.

(Suara Gratia)Cirebon – Menjelang arus mudik dan balik pada Ramadhan 1436 H/2015, Polres Cirebon Kota melakukan sejumlah persiapan. Persiapan ini meliputi, pengamanan, sarana lalu lintas, antisipasi kemacetan, antisipasi daerah rawan tawuran, dan menekan angka kecelakaan.

Jalur utama Pantai Utara (Pantura) Cirebon sepanjang 17 kilometer dan jalur alternatif sepanjang 40 kilometer, terpantau dalam kondisi layak tidak memerlukan perbaikan dan siap dilalui para pemudik. Untuk meningkatkan keamanan dan keamanan pemudik jajaran Polres Cirebon Kota akan menempatkan 4 pos pengamanan, 3 pos pelayanan, dan 8 rest area. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2015 Polres Cirebon Kota, Selasa 30/6.

Kabagop Polres Cirebon Kota Kompol Kusnandar mengatakan, dalam Operasi Ketupat Lodaya 2015 Polres Cirebon Kota menerjunkan 395 personil ditambah sebanyak 370 personil dari Polres Cirebon Kabupaten.

“Seluruhnya kita menurunkan sebanyak 765 personil, terdiri dari Polres Kota 395 personil Polres Kabupaten 370 personil dan ditambah personil cadangan 371 orang,” katanya, Selasa 30/6.

Kusnandar melanjutkan, pemudik yang melintas di jalur Pantrua Cirebon harus mewaspadai sejumlah tempat karena ditengarai rawan tawuran dan kemacetan.

“Daerah rawan tawuran yang harus diwaspadai yaitu Kapetakan dan Gunungjati, sementara yang rawan kecelakaan lalu lintas ada enam titik yaitu di Jl. Cipto Mangunkusumo, Jl. Brigjen Dharsono, Jl. Kalitanjung, perempatan Perumnas, Jl. Kalijaga, dan sepanjang jalan Alternatif Cirebon indramayu. Masyarakat diimbau tidak memutar balik pada U Turn yang dilarang dan melawan arus. Untuk itu kami menempatkan pos gatur dan pos pam disana,” terangnya.

Menurutnya, angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik dan balik terjadi penurunan, mudik tahun 2013 terjadi 20 kecelakaan lalu lintas pada H-6 dan H+8 dan tahun 2014 sebanyak 13 kecelakaan lalu lintas.

“Angka kecelakaan menurun sebanyak 63 persen dan korban meninggal dunia 0 persen,” katanya.

Di tempat yang sama, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Sulistyo Basuki menghimbau, masyarakat yang hendak mudik dan meninggalkan rumah dalam beberapa hari untuk memeriksa keamanan sekitar rumahnya, jangan sampai ada kesempatan yang dapat menimbulkan gangguan keamanan.

“Kesempatan sekecil apapun harus kita tutup, jangan sampai masyarakat menjadi korban kejahatan. Yang ingin mudik harap periksa kunci rumah, listrik dimatikan, kompor dimatikan dan lapor aparat setempat,” katanya.

Eko melanjutkan, kewajiban pihaknya adalah menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sehingga masyarakat dapat merayakan lebaran dengan aman dan nyaman.

“Kami dan jajajaran siap melakukan pengamanan saat mudik, lebaran dan arus balik nanti. Sehingga masyarakat dapat berlebaran dengan aman,” ujarnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s