9 Kyai Doa Untuk Tol Cipali

9 Kyai Majalengka tengah berdoa untuk keselamatan dan korban yang meninggal di tol Cipali.
9 Kyai Majalengka tengah berdoa untuk keselamatan dan korban kecelakaan yang meninggal di tol Cipali.

(Suara Gratia)Cirebn – Sembilan Kyai asal Majalengka melakukan doa bersama untuk Tol Cipali dan korban kecelakaan yang meninggal dunia di tol tersebut. Karena, sejak diresmikan oleh Presiden RI Joko widodo 13 Juni 2015 lalu, tol yang memiliki panjang 116,75 km terus menelan korban jiwa. Korlantas Polri mencatat hingga kini telah terjadi sebanyak 53 kecelakaan, yang terakhir adalah di km 178 yang merenggut  korban tewas hingga tujuh orang, Senin 6/7 kemarin.

Doa dan tahlil bersama 9 kyai yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) K.H. Maman Imanulhaq, dilakukan di jembatan layang tepat di atas ruas km 179 di Desa Panjalin Lor Blok Wage Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka.

Maman mengatakan, doa dan tahlil bersama sengaja dilakukan di ruas Majalengka karena kecelakaan di tol Cipali kerap terjadi di jalur tersebut, dan kecelakaan di jalur ini pula yang banyak merenggut nyawa.

“Dari pintu tol Palimanan menuju Cikopo paling banyak terjadi kecelakaan di ruas Majalengka,” katanya, Selasa 7/7 malam.

Ia melanjutkan, doa tahlil ini merupakan wujud keprihatinan atas terjadinya kecelakaan yang bertubi-tubi di tol Cipali, ia pun berharap kecelakaan di km 178 yang merenggut 7 nyawa merupakan peristiwa terakhir.

“Semoga doa dan tahlil ini kita semua diberikan keselamatan dan cukup korban tidak berjatuhan lagi, kami juga turut berduka atas korban yang meninggal di tol ini. Mudah-mudahan dengan doa ini Allah menyelamatkan siapapun yang melewati tol ini,” imbuhnya.

Kang. Maman pun menyayangkan, pihak pengelola tol yang terkesan terburu-buru mengoperasikan tol tersebut, padahal sarana dan prasarana jalannya tidak lengkap, seperti kelengkapan lampu penerangan jalan, tidak adanya lajur kejut, tidak adanya rest area, dan lainnya.

“Doa ini pun menjadi introspeksi pengelola tol dan pemerintah, sebelum tol ini dioperasikan penuh, agar menyelesaikan marka-marka jalan. Sesuatu yang belum siap jangan dipaksakan, akhirnya banyak korban berjatuhan,” katanya.

Sementara, Kyai Ahmad yang turut mendoakan tol Cipali, selama mengikuti doa bersama ini dirinya merasakan sesuatu yang berbeda di telinga sebelah kananya.

“Selama tahlil tadi, telinga sebelah kanan saya seperti berdengung, bergetar dan terasa sakit. Seolah-olah ini semacam teguran buat kita semua, bahwa ada sesuatu yang belum terselesaikan disini,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s