Kang. Maman : “Moda Transportasi Mudik Tidak Ramah Anak dan Penyandang Disabilitas”

Anggota DPR RI Fraksi PKB, K. H Maman Imanulhaq (depan), menghadiri Dzikir dan Santunan bersama Ribuan Jamaah Sholawat di Bangsal Pakungwati Keraton Kasepuhan Cirebon.
Anggota DPR RI Fraksi PKB, K. H Maman Imanulhaq (depan), menghadiri Dzikir dan Santunan bersama Ribuan Jamaah Sholawat di Bangsal Pakungwati Keraton Kasepuhan Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Akhir Ramadhan menandai sebuah ritual bangsa Indonesia yaitu ‘Mudik’. Mudik adalah tradisi dan budaya di negeri tercinta. Dalam melaksanakan mudik diharapkan penuh kesiapan dan sikap hati-hati agar terhindar dari bentuk-bentuk yang merugikan. Untuk itu perlu adanya peringatan kepada seluruh lapaisan masyarakat untuk bijak dalam melaksanakan mudik, khususnya mudik yang ramah bagi anak dan penyandang disabilitas.

Menurut, Anggota DPR RI Fraksi PKB yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Majalengka, K. H Maman Imanulhaq, selama mudik dan balik moda transportasi baik, darat, udara, dan laut tidak ramah penyandang diasabilitas.

“Kami ingin mensosialisasikan mudik aman anak dan penyandang disabilitas. Karena hingga saat ini moda transportasi mudik tidak memberikan fasilitas kepada mereka,” tuturnya, ditemui usai menggelar Dzikir dan Santunan bersama Ribuan Jamaah Sholawat di Bangsal Pakungwati Keraton Kasepuhan Cirebon, Jumat 10/7.

Kang. Maman mengatakan, banyak korban meninggal sia-sia di jalan saat melakukan mudik, pasalnya kesadaran keselamatan dalam berkendara masyarakat sangat rendah, bahkan dirinya sempat mendapati pemudik membawa barang berlebih pada sepeda motor serta membawa anak kecil yang didekap. Tahun 2014 lalu sebanyak 700 orang meninggal dunia akibat kecelakaan saat mudik.

“Tahun lalu terdapat 700 orang meninggal dunia, bahkan ada anak kecil yang meninggal didekapan ibunya yang mudik menggunakan sepeda motor,” katanya.

Oleh karenanya, ia bersama relawan bekerjasama dengan kepolisian akan memasang spanduk berisi himbauan mudik aman, ramah, selamat, dan nyaman di sepanjang lintasan mudik di seluruh Indonesia.

“Kami akan pasang spanduk di titik-titik konsentrasi masa saat mudik seperti di pelabuhan, terminal, bandara, dan lainnya. Di wilayah Cirebon sendiri kami akan mendirikan 5 posko besar dan posko kecil,” imbuhnya.

Dirinya mengimbau, kepada pendatang yang akan datang ke Jakarta jangan sampai modal nekat dan tidak punya keahlian.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, untuk pendatang baru di Jakarta harus diketatkan. Mereka harus punya keahlian dan tujuan yang jelas. Jangan sampai hanya modal nekat akhirnya mereka jadi korban traficking bahkan jadi preman,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s