Bandara Internasional di Majalengka akan Diberi Nama “Sunan Gunungjati”

(Suara Gratia)Cirebon – Belum juga selesai dibangun, sejumlah nama dari mulai nama sultan dan tokoh agama, tokoh perjuangan serta nama daerah diusulkan menjadi nama Bandara Internasional Jawa Barat yang berlokasi di Kertajati Kabupaten Majalengka.
Usulan nama pertama kali mencuat saat digelar diskusi yang digelar Forum Bisnis Cirebon (FBC), Rabu 30/9 lalu.
Ada dua nama yang diusulkan peserta yakni Bandara Internasional Cirebon dan Bandara Internasional Bagus Rangin, tokoh pahlawan Majalengka yang diusulkan menjadi pahlawan nasional.
Namun menurut Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat nama Bandara Internasional Sunan Gunungjati lebih pas.
“Sunan Gunungjati memang Sultan di Cirebon namun ia adalah cucu Prabu Siliwangi dari Pajajaran,” kata Arief.
Apalagi, katanya, Sunan Gunungjati juga berhasil menghubungkan wilayah Jawa Barat dengan dunia melalui jalur perdagangan dunia antara Cirebon dengan India, Persia dan Tiongkok.
“Sehingga nama Sunan Gunungjati sudah dikenal di seluruh Indonesia bahkan dunia,” jelasnya.
Sunan Gunungjati, lanjutnya, bukan hanya penyebar agama Islam di jabar, tetapi juga pengusir penjajahan Portugis di Sunda Kelapa melalui Fatahillah.
“Selain itu Sunan Gunungjati juga pionir pembangunan infrastruktur di Jabar, sangat pas berarti kan,” tukasnya.
Diantara infrastruktur yang dibangun yakni Masjid Agung Sang Cipta Rasa, membangun Keraton Cirebon, Keraton Banten dan poros jalan Keraton Kasepuhan – Gunungjati.
Sementara itu, Dirut PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengungkapkan, siapapun boleh memberikan usul nama untuk BIJB nanti, sepanjang melalui mekanisme yang ada.
Apalagi, katanya, saat ini pihaknya masih fokus kepada penyelesaian proyek fisik bandara.
“Mekanisme usulan nama diberikan kepada DPRD, oleh DPRD kemudian direkomendasikan ke pemerintah daerah. Namun saya belum tahu, apakah langsung ke DPRD Jabar karena ini merupakan proyek Provinsi Jabar, atau berjenjang,” katanya.
Setelah itu, kepala daerah mengusulkan nama yang sudah disepakati ke Kementrian Perhubungan.
“Soal nama memang bukan kewenangan PT BIJB,” tukasnya.
Virda mengingatkan dalam pembahasan nama, jangan terlalu lama dan alot, seperti Bandara Kualanamu Medan yang akhirnya diputuskan menggunakan nama lokasi yakni Kualanamu, karena pembahasan usulan nama berlangsung alot.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s