KLH Kota Cirebon akan Tindak Tegas Perusahaan Pelanggar Lingkungan

Kantor Lingkungan Hidup Kota Cirebon di Jl. Wahidin.

Kantor Lingkungan Hidup Kota Cirebon di Jl. Wahidin.

(Suara Gratia)Cirebon – Di tahun 2014 daei 60 perusahaan hanya sebanyak 10 perusahaan di Kota Cirebon yang taat lingkungan. Pelanggaran pembuangan air limbah paling banyak dilanggar oleh perusahaan jasa perhotelan.
Hal ini didapatkan setelah Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cirebon melakukan survey kepada 60 perusahaan. Dari 24 hotel yang disurvey, hanya tiga hotel yang taat lingkungan. Selain hotel, tak sedikit pula perusahaan jasa kesehatan yang tidak taat. Dari 15 rumah sakit serta klinik kesehatan, hanya empat yang taat lingkungan.

Kepala KLH Kota Cirebon Agung Sedijono mengungkapkan, ketaatan perusahaan terhadap lingkungan dinilai berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya ketersediaan dokumen lingkungan, Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), dan kualitas air limbah yang memenuhi baku mutu lingkungan.
“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan terutama sektor jasa perhotelan, karena investasi meningkat selama beberapa tahun termasuk 2015. Apabila air limbah di setiap perusahaan dibuang begitu saja begitu saja ke saluran umum, Kota Cirebon akan dikenal sebagai kota tak ramah lingkungan,” katanya, Senin 19/010.
Agung melanjutkan, dari sembilan jasa perdagangan dan rumah makan yang diambil sampelnya, tak ada satu pun yang memenuhi ketaatan pembuangan air limbah.
“Dari 11 aneka industri hanya empat perusahaan yang taat,” imbuhnya.
Menurutnya, rata-rata kesadaran para perusahaan itu atas tata kelola lingkungan sehat masih rendah, ia pun menilai hal ini akibat memikirkan keuntungan semata. Sehingga, banyaknya perusahaan yang membandel dengan membuang limbah ke saluran air, diperkirakan membuat tingkat pencemaran sungai di Kota Cirebon menjadi lebih tinggi.
“Tahun 2015 sudah ada beberapa perusahaan yang mulai mengikuti standar baku lingkungan dalam mengelola air limbah. Tapi, kalau tidak dibina secara berkala perusahaan ini akan terus membandel,” tuturnya.
Dia menegaskan, perusahaan yang membandel terancam sanksi yang meliputi teguran administrasi secara tertulis selama empat tahap.
“Kalau masih membandel, kegiatan perusahaan itu akan kita kenakan sanksi dari administrasi sampai penghentian sementara yang meliputi produksi, pembekuan izin, pencabutan izin lingkungan, maupun pidana serta denda,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Nasrudin Azis menekankan, setiap perusahaan yang beroperasi di Kota Cirebon harus mentaati standar lingkungan yang ditentukan.
“Jangan hanya mau untungnya saja, perusahaan-perusahaan itu harus taat lingkungan,” tegasnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s